di waktu menunggu sang cakrawala
terdengar detak nadi bumi pertiwi
seonggok harapan tumbuhnya pikiran
terpendam serasah harapan
burung hantu entah diam dimana..
pembawa kabar tanda kemarau
hanya samar suaranya serak
membentuk irama yang tidak senada
tersendat anomali alam
alam yang merana
kesal akan manusia
serakah yang tiada tara
menapaki kala surya menjaga
menghunus biar bergelimang harta
tanpa mengingat bahwa bumi telah tua
kaki yang ikut mencengkram
membabi buta bagaimana agar padam
bersaing penuh dendam
yang terasing hanya dibungkam
menunggu ajal yang suram
Bandung' 30 september 2011
Popular Posts
renungan heningnya malam
Jumat, 30 September 2011
Diposting oleh Rudi di 08.31
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar
silahkan tinggalkan komentarnya ya, nuhun ...