ASPEK GEOGRAFI

Jumat, 11 Mei 2012


Aspek geografi terbagi menjadi aspek fisik dan aspek sosial
1.       Aspek fisik
Aspek fisik geografi terdiri dari:
-          Tanah
-          Air
-          Laut
-          Danau
-          Sungai
-          Udara
-          Angin
-          Awan
-          Hujan
-          Pelangi
-          Batuan
-          Rawa
-          Pohon
-          Kabut
-          Dll

2.       Aspek sosial
Aspek sosial terdiri dari:
-          Ekonomi
-          Politik
-          dll

TATA CARA PENDAFTARAN SNMPTN

Kamis, 10 Mei 2012

SNMPTN merupakan suatu cara dalam penyeleksian calon mahasiswa yang ingin masuk ke universitas negeri yang tersedia di negara indonesia. SNMPTN terdiri dari dua jalur pendaftaran. diantaranya ada jalur ujian tertulis+ keterampilan dan jalur undangan. Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan merupakan salah satu jalur SNMPTN yang diharapkan mampu memprediksi keberhasilan calon mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu di perguruan tinggi. Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Disamping itu, soal SNMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diprediksi menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Dasar, Tes Bidang Studi IPA, dan Tes Bidang Studi IPS. Ujian Keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan dalam bidang ilmu Seni dan Keolahragaan.
 
Tujuan
  1. Menjaringcalon mahasiswa yang diprediksi berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
  2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilihlebih dari satu program studi di perguruan tinggi lintas wilayah tanpa harus memperhatikan kesamaan lokasi antara calon peserta dan PTN yang dipilih.
Ketentuan Umum dan Persyaratan
 

Jalur ujian tertulis dan keterampilan adalah mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilakukan serentak secara nasional. Lokasi pelaksanaan SNMPTN dibagi menjadi 4 wilayah. Penjelasan tentang pembagian wilayah dapat dilihat dalam Panduan Peserta yang dapat diakses melalui lamanhttp://www.snmptn.ac.id.
 
SUMBER: http://www.snmptn.ac.id/i_page.php?m_id=10&sm_id=21

KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI

Rabu, 09 Mei 2012

GEOGRAFI memiliki beberapa macam konsep ESENSIAL diantaranya yaitu:
1. konsep lokasi
Konsep lokasi dalam geografi menganalisis aspek positif dan negative suatu tempat di permukaan bumi.#     Konsep Lokasi biasanya untuk menjawab pertanyaan where (dimana).
# Lokasi dalam geografi dibagi 2 jenis: 
Lokasi Absolut
Lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur. 
contoh:  indonesia terletak diantara 06 derajat lintang utara sampai 11 derajat lintang selatan
Lokasi Relatif
Lokasi wilayah dipermukan bumi yang sifatnya dapat berubah-ubah karena dipengaruhi daerah sekitarnya.
# Suatu tempat dipermukaan bumi akan mempunyai nilai tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi social yang baik.
 contoh: indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera

2. konsep jarak
arak merupakan pembatas yang bersifat alami.# Jarak berkaitan dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan.
# Unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan dengan keuntungan yang didapat.
contoh: harga tanah yang dekat dengan jalan raya memiliki harga yang mahal

3. konsep pola
#Berkaitan dengan ketergantungan pada bentuk fenomena geografi dipermukaan bumi. # Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena geografi
# Bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
contoh: pemukiman di tepi pantai cenderung memanjang (linier) sejajar dengan garis pantai

4. konsep keterjangkauan
# Berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, misalnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan buminya menyebabkannya sulit dijangkau.# Ketergantungan pada umumnya berubah sejalan dengan perkembangan ekonomi, iptek dan transportasi.
# Interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.
 contoh: dari jakarta menuju kuningan dan singapura, ternyata lebih cepat ke singapura, karena memiliki akses bandar udara

5. konsep morfologi
# Berkaitan dengan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen.# Bentukan muka bumi terjadi sebagai hasil dari gejala alam dan pemanfaatan oleh manusia.

6. konsep aglomerasi
# Kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relative sempit dan yang paling menguntungkan.# Penduduk akan mempunyai kecenderungan untuk mengelompok pada social ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
contoh: di indonesia sering terjadi bencana alam, misalnya gempa bumi dan letusan gunung api

7. konsep interaksi dan interdependensi
# Merupakan hubungan timbal-balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan dan permasalahan baru.# Dalam interaksi, gejala yang satu dengan yang lain saling tergantung.
# Hubungan timbal-balik antara manusia dan lingkungan yang dapat menimbulkan pergerakan manusia, barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide atau gagasan.
contoh: kota bandung membutuhkan berinteraksi dengan kota subang dalam hal pertukaran barang/jasa (hasil pertanian dari subang, dan sarana rekreasi, pendidikan dan pemerintahan dari kota bandung nya)

8. konsep nilai kegunaan
# Nilai Kegunaan fenomena geografi atau sumber daya di permukaan bumi bersifat relative antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.# Manfaat suatu daerah mempunyai nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
contoh: pantai palabuhan ratu bagi orang bandung memiliki fungsi sebagai objek wisata, sedangkan bagi orang cisolok sukabumi pantai pangandaran tersebut memiliki fungsi yang beragam selain sebagi objek wisata, sekaligus sebagai tempat tinggal dan tempat mencari nafkah kehidupan (menangkap ikan)

9. konsep diferensiasi area
# Berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi.# Konsep ini digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain dipermukaan bumi.
# Selain itu konsep ini dapat juga untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk
# Hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya yaitu daerah dengan kenampakan khusus.
contoh: di daerah dataran rendah (pantura) terdapat banyak perkebunan tebu, sedangkan di daerah dataran tinggi tebu tidak ada yang ada adalah perkebunan teh, kopi, kina dan karet

10. konsep keterkaitan ruang
# Keterkaitan ruangan menunjukkan derajat katerkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non fisik.# Kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan.
contoh:  nelayan bertempat tinggal di pantai dan pemetik teh bertempat tinggal di dataran tinggi

SUMBER: http://zahrosofie.wordpress.com/2010/01/09/konsep-esensial-geografi/

TEORI LOKASI INDUSTRI

Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi :
a. Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1) Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2) Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3) Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4) Hanya ada satu jenis alat transportasi.
5) Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6) Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7) Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori Weber tampak seperti pada gambar berikut ini :

(a) (b) (c)
Segitiga Weber dalam menentukan lokasi industri(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000)
Keterangan:
M = pasar
P = lokasi biaya terendah.
R1, R2 = bahan baku
Gambar
(a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak.
(b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri.
(c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.

b. Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal.

c. Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa:
1) Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2) Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.

d. Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil. Untuk menggunakan teori ini perhatikan rumus berikut.

Keterangan:
I = gaya tarik menarik diantara kedua region.
d = jarak di antara kedua region.
P = jumlah penduduk masing-masing region.

e. Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller
Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1) Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2) Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3) Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
1) Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2) Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.

sumber: http//www.geografi-geografi.blogspot.com

soal geografi kelas xi ips (materi: SDA)


1. Potensi alam yang dapat dikembangkan untuk produksi disebut…..
a. Sumber daya
b. Sumber daya alam
c. Sumber produksi
d. Sumber devisa
e. Sumber daya buatan

2. Sumber daya alam yang persediaannya dapat dikembalikan seperti semula dikenal…..
a. Unrenewable recources
b. Reneweable recources
c. Reneweable product
d. Product resources
e. Unrenewable product 

3. Dibawah ini yang termasuk sumber daya menurut sifatnya adalah…..
a. nyata
b. abstrak
c. fisik
d. terrestrial
e. dapat diperbarui
4. Potensi sumber daya alam Indonesia dipengaruhi oleh letak wilayahnya. Hal tersebut diakibatkan oleh iklim …..
a. kutub
b. sub tropis
c. kering
d. tropis
e. taiga

5. Banyaknya tanah tuff yang ada di Indonesia disebabkan oleh…..
a. wilayah yang terletak digaris lintang 00
b. curah hujan tinggi
c. wilayah pertemuan 2 lempeng benua
d. banyaknya gunung berapi
e. bahan induk buatan yang sama

6. Bahan galian termasuk dalam sumber daya alam…..
a. akuatik
b. aeolis
c. gletser
d. limnis
e. terrestrial

7. Manufaktur merupakan…..
a. eksplorasi sumber daya alam
b. eksploitasi sumber daya alam
c. eksplorasi dan eksploitasi sda
d. esplorasi dan eksploitasi jadi
e. pengelolaan bahan mentah menjadi
8. Secara umum ketersediaan sumber daya alam adalah…..
a. beragam
b. beragam lapisan batuan
c. beragam penyebaran merata
d. beragam penyebaran tidak merata
e. beragam sesuai kebutuhan hidup

9. Jumlah tenaga listrik yang efisien adalah …..
a. PLTG
b. PLTA
c. PLTN
d. PLTP
e. PLTS

10. Yang dimaksud batu bara putih di Jepang adalah……
a. batu bara tua
b. batu bara muda
c. batu bara yang berkualitas baja
d. batu bara sebagai penggerak dinamo air terjun
e. batu bara yang digunakan dalam industri

PLANET SATURNUS


Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin. Jarak Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus, dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 14 menit.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh diantaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius), dan Iapetus

Bentuk fisik
Besar Saturnus dibandingkan dengan Bumi.
Saturnus memiliki bentuk yang diratakan di kutub, dan dibengkakkan keluar disekitar khatulistiwa. Diameter khatulistiwa Saturnus sebesar 120.536 km (74.867 mil) dimana diameter dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sebesar 108.728 km (67.535 mil), berbeda sebesar 9%. Bentuk yang diratakan ini disebabkan oleh rotasinya yang sangat cepat, merotasi setiap 10 jam 14 menit waktu Bumi. Saturnus adalah satu-satunya Planet di tata surya yang massa jenisnya lebih sedikit daripada air. Walaupun inti Saturnus memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air, planet ini memiliki atmosfer yang mengandung gas, sehingga massa jenis relatif planet ini sebesar is 0.69 g/cm³ (lebih sedikit daripada air), sebagai hasilnya, jika Saturnus diletakan diatas kolam yang penuh air, Saturnus akan mengapung.

Atmosfer
Awan heksagonal kutub utara yang pertama dideteksi oleh Voyager 1 dan akhirnya dipastikan oleh Cassini.

Komposisi
Bagian luar atmosfer Saturnus terbuat dari 96.7% hidrogen dan 3% helium, 0.2% metana dan 0.02% amonia. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat sedikit kandungan asetilena, etana dan fosfin.[10]

Awan
Awan Saturnus, seperti halnya Yupiter, merotasi dengan kecepatan yang berbeda-beda bergantung dari posisi lintangnya. Tidak seperti Yupiter, awan Saturnus lebih redup dan awan Saturnus lebih lebar di khatulistiwa. Awan terendah Saturnus dibuat oleh air es, dan dengan ketebalan sekitar 10 kilometer. Temperatur Saturnus cukup rendah, dengan suhu 250 K (-10°F, -23°C). Awan diatasnya, memiliki ketebalan 50 kilometer, terbuat dari es amonium hidrogensulfida (simbol kimia: NH4HS), dan diatas awan tersebut terdapat awan es amonia dengan ketebalan 80 kilometer. Bagian teratas dibuat dari gas hidrogen dan helium, dimana tebalnya sekitar 200 dan 270 kilometer. Aurora juga diketahui terbentuk di mesosfer Saturnus.[10] Temperatur di awan bagian atas Saturnus sangat rendah, yaitu sebesar 98 K (-283 °F, -175 °C). Temperatur di awan bagian dalam Saturnus lebih besar daripada yang diluar karena panas yang diproduksi di bagian dalam Saturn.[11] Angin Saturnus merupakan salah satu dari angin terkencang di Tata Surya, mencapai kecepatan 500 m/s (1.800 km/h, 1.118 mph),[12] yang jauh lebih cepat daripada angin yang ada di Bumi.
Pada Atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong yang mirip dengan awan berbentuk lonjong yang lebih jelas yang ada di Yupiter. Titik lonjong ini adalah badai besar, mirip dengan angin taufan yang ada di Bumi. Pada tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi awan putih didekat khatulistiwa Saturnus. Badai seperti tahun 1990 diketahui dengan nama Bintik Putih Raksasa, badai unik Saturnus yang hanya ada dalam waktu yang pendek dan muncul setiap 30 tahun waktu Bumi.[13] Bintik Putih Raksasa juga ditemukan tahun 1876, 1903, 1933, dan tahun 1960. Jika lingkaran konstan ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2020 bintik putih besar akan terbentuk kembali.[14]
Pesawat angkasa Voyager 1 mendeteksi awan heksagonal didekat kutub utara Saturnus sekitar bujur 78° utara. Cassini-Huygens nantinya mengkonfirmasi hal ini tahun 2006. Tidak seperti kutub utara, kutub selatan tidak menunjukan bentuk awan heksagonal dan yang menarik, Cassini menemukan badai mirip dengan siklon tropis terkunci di kutub selatan dengan dinding mata yang jelas. Penemuan ini mendapat catatan karena tidak ada planet lain kecuali Bumi di tata surya yang memiliki dinding mata.

Inti Planet
Inti Planet Saturnus mirip dengan Yupiter. Planet ini memiliki inti planet di pusatnya dan sangat panas, temperaturnya mencapai 15.000 K (26.540 °F, 14.730 °C). Inti Planet Saturnus sangat panas dan inti planet ini meradiasi sekitar 21/2 kali lebih panas daripada jumlah energi yang diterima Saturnus dari Matahari.[11] Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan Bumi, namun jumlah massa jenisnya lebih besar. Diatas inti Saturnus terdapat bagian yang lebih tipis yang merupakan hidrogen metalik, sekitar 30.000 km (18.600 mil). Diatas bagian tersebut terdapat daerah liquid hidrogen dan helium.[15] Inti planet Saturnus berat, dengan massa sekitar 9 sampai 22 kali lebih dari massa inti Bumi.[
Zaman kuno dan observasi
Saturnus telah diketahui sejak zaman prasejarah.[20] Pada zaman kuno, planet ini adalah planet terjauh dari 5 planet yang diketahui di tata surya (termasuk Bumi) dan merupakan karakter utama dalam berbagai mitologi. Pada mitologi Kekaisaran Romawi, Dewa Saturnus, dimana nama Planet ini diambil dari namanya, adalah dewa pertanian dan panen.[21] Orang Romawi menganggap Saturnus sama dengan Dewa Yunani Kronos.[21] Orang Yunani mengeramatkan planet terluar untuk Kronos,[22] dan orang Romawi mengikutinya.
Pada astrologi Hindu, terdapat 9 planet dimana Tata Surya diketahui dengan nama Navagraha. Saturnus, salah satu dari mereka, diketahui dengan nama “Sani” atau “Shani,” hakim dari semua Planet, dan menentukan seluruhnya menurut kelakuan baik atau buruk yang mereka lakukan.[21] Kebudayaan Tiongkok dan Jepang kuno menandakan Saturnus sebagai bintang Bumi (土星). Hal ini berdasarkan 5 elemen yang secara tradisional digunakan untuk mengklasifikasikan elemen alami. Orang Ibrani kuno menyebut Saturnus dengan nama “Shabbathai”. Malaikatnya adalah Cassiel. Kepintarannya, atau jiwa bermanfaat, adalah Agiel (layga), dan jiwanya (jiwa gelap) adalah Zazel (lzaz). Orang Turki Ottoman dan orang Melayu menamainya “Zuhal”, berasal dari bahasa Arab زحل.
Cincin Saturnus membutuhkan paling sedikit teleskop dengan diameter 75 mm untuk menemukannya dan cincin tersebut tidak diketahui sampai ditemukan oleh Galileo Galilei tahun 1610.[23] Galileo sempat bingung dengan cincin Saturnus dan mengira bahwa Saturnus bertelinga. Christian Huygens menggunakan teleskop dengan perbesaran yang lebih besar dan ia menemukan bahwa cincin itu adalah cincin Saturnus. Huygens juga menemukan bulan dari Saturnus, Titan. Tidak lama, Giovanni Domenico Cassini menemukan 4 bulan lainnya, Iapetus, Rhea, Tethys dan Dione. Pada tahun 1675, Cassini juga menemukan celah yang disebut dengan divisi Cassini.[24]
Tidak ada penemuan lebih lanjut sampai tahun 1789 ketika William Herschel menemukan 2 bulan lagi, Mimas dan Enceladus. Bulan Hyperion, yang memiliki resonansi orbit dengan Titan, ditemukan tahun 1848 oleh tim dari Britania Raya.
Pada tahun 1899, William Henry Pickering menemukan satelit Phoebe. Selama abad ke-20, penelitian terhadap Titan mengakibatkan adanya konfirmasi pada tahun 1944 bahwa Titan memiliki atmosfer yang tebal, dimana Titan menjadi bulan yang unik diantara bulan di Tata Surya lainnya.

SUMBER : Wikipedia dan http://cafebelajar.com/planet-saturnus.html

SOAL PREDIKSI UJIAN NASIONAL (UN)

Jumat, 27 April 2012


Mata Pelajaran                           : Geografi
Kelas / Program                         : 12 IPS


I. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT!
1.       
Pada skala peta 1 : 25.000 panjang skala grafisnya di peta yang mencerminkan jarak 4 km di lapangan adalah ….

A.
4 cm

B.
5 cm

C.
10 cm

D.
16 cm

E.
25 cm

2.       
Garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang memiliki ketinggian yang sama disebut ….

A.
Isoseista

B.
Kontur

C.
Isobar

D.
Isotherm

E.
Homoseista

3.       
Tingkat kecerahan atau kegelapan objek pada citra disebut ….

A.
Situs

B.
Wahana

C.
Rona

D.
Pola

E.
Citra

4.       
Pergerakan planet mengelilingi matahari, dimana matahari sebagai pusat peredaran tata surya merupakan teori ….

A.
Galaktosentris

B.
Heliosentris

C.
Geosentris

D.
Sentrifugal

E.
Egosentris

5.       
Indikator atau ciri-ciri Negara maju adalah ….

A.
Pertumbuhan penduduk tinggi

B.
Kualitas SDM rendah

C.
Pendapatan perkapita rendah

D.
Pro natalitas

E.
Sumber daya manusia berkualitas

6.       
Yang tidak termasuk salah satu ciri khusus masalah penduduk di Indonesia adalah ….

A.
Jumlah penduduk besar

B.
Pertumbuhan penduduk tinggi

C.
Penyebaran penduduk tidak merata

D.
Kualitas penduduk tinggi

E.
Komposisi penduduk muda besar

7.       
Gempa yang mempunyai kedalaman 300-700 km disebut ….

A.
Gempa dangkal

B.
Gempa sedang

C.
Gempa sentral

D.
Gempa dalam

E.
Gempa linier
                           


8.       
 Lokasi titik henti dari interaksi desa A ke desa B seperti pada gambar adalah ….

300.000jiwa                  600.000 jiwa
  
      A             100km                 B            


A.
33,2 km dari B

B.
33,3 km dari A

C.
41,4 km dari B

D.
41,4 km dari A

E.
58,6 km dari B

9.       
Hal yang tidak termasuk manfaat SIG adalah  ….

A.
Memantau kerusakan hutan

B.
Mengetahui luas lahan kritis

C.
Penentuan manfaat dan hasil hutan

D.
Penghasil kayu bagi kebutuhan manusia


E.
Memantau daerah rawan longsor dan banjir
10.   
Sebuah peta dengan skala 1 : 150.000 menunjukkan bahwa panjang jalan Tol adalah 6 cm, maka jarak sebenarnya jalan Tol tersebut di lapangan adalah ….

A.
90 km

B.
9 km

C.
0,09 km

D.
0,9 km

E.
900 km

11.   
Jarak x –y pada peta adalah 15 cm, sedangkan jarak sebenarnya 60 km, tentukan skala petanya ….

A.
1 : 400

B.
1 : 4000

C.
1 : 40.000

D.
1 : 400.000

E.
1 : 4.000.000

12.   
Aglomerasi industri tidak akan terbentuk apabila terjadi proses ….

A.
Kegiatan relokasi industri

B.
Kesamaan lokasi bahab mentah

C.
Kesamaan bahan mentah

D.
Tersedianya wilayah kegiatan industri sesuai tata ruang wilayah

E.
Adanya persaingan tidak sehat untuk menghasilkan produk

KUMPULAN FOTO DARI DINDING FACEBOOK

 
 
 

YANG SAYA UCAPKAN UNTUK ANDA

......terimakasih telah berkesempatan mengunjungi blog kami .....