Selasa, 19 Februari 2019
Popular Posts
-
Saat itu menjelang tahun baru 2013 saya berkesempatan narsis di lereng gunung salak. Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang t...
-
Tahapan-tahapan kegiatan dalam interpretasi citra, yaitu : 1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak m...
-
KLASIFIKASI KOTA MENURUT JUMLAH PENDUDUKNYA: 1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa 2. Kota sedang ...
-
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris. Teori ini dikemukakan ...
-
Peta tematik merupakan peta yang hanya menggambarkan satu tema saja, peta tematik sering juga disebut dengan peta khusus, sehingga peta te...
-
1. Griffith Taylor Griffith Taylor (1958) mengemukakan tahapan perkembangan kota sebagai berikut: - Stadium Infantile , di dalam st...
-
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%) Rumus: Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 % Contoh; Diketahui titik ko...
-
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena mer...
-
Menurut tingkat perkembangan kota terbagi bagi menjadi: Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatny...
-
Dalam proses endogenik, akan terbentuk intrusi magma. intrusi magma sendiri merupakan proses penerobosan magma tidak sampai ke permukaan bu...
FAKTOR YANG MEMBENTUK ARUS LAUT
Sabtu, 18 Maret 2017
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan arus laut, yaitu sebagai berikut.
a. Angin
Arus laut yang disebabkan oleh angin merupakan peristiwa horizontal pada
bagian permukaan laut. Gejala seperti ini disebut arus permukaan.
Beberapa angin yang dapat menimbulkan arus, yaitu sebagai berikut.
1) Angin Muson
Angin muson mengakibatkan arus muson. Arus muson ini terdapat di laut
pedalaman Indonesia dan di Lautan Hindia sebelah utara khatulistiwa.
Arus muson ini berganti arah setiap setengah tahun.
2) Angin Pasat
Angin pasat yang arahnya tetap, dapat menimbulkan arus tetap yang
disebut arus khatulistiwa dan bergerak ke arah barat. Ada lima arus
khatulistiwa, yaitu satu di Lautan Hindia, dua di Lautan Pasifik, dan
dua di Lautan Atlantik.
3) Angin Barat
Angin barat mengakibatkan arus angin barat yang tetap seperti yang
terdapat di ketiga lautan belahan bumi selatan, di samping mempengaruhi
arus teluk di Lautan Atlantik Utara dan Arus Kurosyiwo di Lautan
Pasifik.
b. Perbedaan Kepadatan Air Laut
Jika kepadatan air laut bagian atas dan bagian bawah tidak sama maka
dapat menyebabkan terjadinya arus vertikal yang bergerak dari dan ke
permukaan laut.
c. Perbedaan Kadar Garam
Arus laut yang disebabkan perbedaan kadar garam dibedakan atas arus atas dan arus bawah.
1) Arus Atas
Arus ini terjadi karena adanya gerakan air dari laut yang kadar garamnya rendah ke laut yang kadar garamnya tinggi.
2) Arus Bawah
Arus ini terjadi karena adanya gerakan air dari laut yang kadar garamnya tinggi ke laut yang kadar garamnya rendah.
d. Pasang Naik dan Pasang Surut
Pasang naik dan pasang surut dapat menimbulkan arus di selatselat yang sempit.
Contoh: Selat Bali, Selat Lombok, Selat Sunda, dan Selat Karimata.
e. Perbedaan Suhu
Arus laut yang disebabkan perbedaan suhu dibedakan atas arus dingin dan arus panas.
1) Arus Dingin
Arus dingin, yaitu arus yang menuju ke garis lintang yang lebih rendah.
Disebut arus dingin karena suhunya lebih rendah daripada daerah
sekitarnya, antara lain Arus Oyasyiwo dan Arus California.
2) Arus Panas
Arus panas, yaitu arus yang menuju ke arah garis lintang yang lebih
tinggi. Disebut arus panas karena suhunya lebih tinggi daripada daerah
sekitarnya, antara lain Arus Teluk dan Arus Kurosyiwo.
Pengaruh dan manfaat arus laut bagi manusia, yaitu sebagai berikut.
a. Terhadap Iklim
1) Arus Kurosyiwo menyebabkan suhu Jepang Selatan dan Pantai Barat Kanada pada musim dingin suhunya sejuk.
2) Arus Labrador yang dingin menyebabkan suhu Jazirah Labrador menjadi rendah.
3) Arus Teluk yang panas menyebabkan musim dingin di Eropa Barat suhunya sejuk dan pelabuhan tidak pernah beku.
4) Arus Oyasyiwo yang dingin menyebabkan suhu di Hokaido rendah.
b. Terhadap Pelayaran
1) Arus muson di Lautan Hindia dahulu banyak dipakai oleh orang Arab untuk berlayar ke India dan Malaka.
2) Arus musim di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan dahulu banyak dipakai
oleh orang Bugis dan Makasar untuk berlayar dari Ujungpandang ke
Singapura.
c. Terhadap Penyebaran Gunung Es
Gunung-gunung es di lautan bebas dibawa oleh arus-arus dingin di lautan Atlantik belahan bumi utara karena adanya arus dingin.
d. Arus Konveksi/Vertikal
Arus vertikal menyebabkan permukaan air laut banyak lumpur, ini menjadi makanan plankton sehingga mengakibatkan banyak ikannya.
Contoh: Laut Jawa, Selat Malaka, dan Laut Utara.
e. Terhadap Perikanan
Pertemuan arus panas dan arus dingin yang banyak planktonnya menyebabkan tempat itu banyak ikannya.
Contoh: Pertemuan arus teluk yang panas dan arus Labrador yang dingin di
dekat New Foundland, pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin
Oyasyiwo di sebelah timur Jepang.
SUMBER: http://www.ssbelajar.net/2013/08/faktor-pengaruh-dan-manfaat-arus-laut.html
Diposting oleh Rudi di 22.06 0 komentar
DEFINISI DAN FAKTOR INFILTRASI AIR TANAH
PENGERTIAN INFILTRASI
Infiltrasi adalah aliran air ke dalam tanah melalui permukaan
tanah. Di dalam tanah air mengalir dalam arah lateral, sebagai aliran
antara (interflow) menuju mata air, danau, dan sungai; atau secara vertikal, yang dikenal dengan perkolasi (percolation) menuju air tanah.
Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah, sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering.
Gerak air di dalam tanah melalui pori-pori tanah dipengaruhi oleh gaya gravitasi dan gaya kapiler. Gaya gravitasi menyebabkan aliran selalu menuju ke tempat yang lebih rendah, sementara gaya kapiler menyebabkan air bergerak ke segala arah. Air kapiler selalu bergerak dari daerah basah menuju ke daerah yang lebih kering.
Tanah kering mempunyai gaya kapiler lebih besar daripada tanah basah.
Gaya tersebut berkurang dengan bertambahnya kelembaban tanah. Selain
itu, gaya kapiler bekerja lebih kuat pada tanah dengan butiran halus
seperti lempung daripada tanah berbutir kasar pasir. Apabila tanah
kering, air terinfiltrasi melalui permukaan tanah karena pengaruh gaya
gravitasi dan gaya kapiler pada seluruh permukaan. Setelah tanah menjadi
basah, gerak kapiler berkurang karena berkurangnya gaya kapiler.
Hal ini menyebabkan penurunan laju infiltrasi. Sementara aliran kapiler
pada lapis permukaan berkurang, aliran karena pengaruh gravitasi
berlanjut mengisi pori-pori tanah. Dengan terisinya pori-pori tanah,
laju infiltrasi berkurang secara berangsung-angsur sampai dicapai
kondisi konstan; di mana laju infiltrasi sama dengan laju perkolasi
melalui tanah.
Dalam infiltrasi dikenal dua istilah yaitu kapasitas infiltrasi dan laju infiltrasi, yang dinyatakan dalam mm/jam. Kapasitas infiltrasi adalah laju infiltrasi maksimum untuk suatu jenis tanah tertentu; sedang laju infiltrasi
adalah kecepatan infiltrasi yang nilainya tergantung pada kondisi tanah
dan intensitas hujan. Pada grafik dibawah ini menunjukkan kurva
kapasitas infiltrasi (fp), yang merupakan fungsi waktu.
Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi, kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. Ketika tanah menjadi basah, gaya kapiler berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan, yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi.
Apabila tanah dalam kondisi kering ketika infiltrasi terjadi, kapasitas infiltrasi tinggi karena kedua gaya kapiler dan gravitasi bekerja bersama-sama menarik air ke dalam tanah. Ketika tanah menjadi basah, gaya kapiler berkurang yang menyebabkan laju infiltrasi menurun. Akhirnya kapasitas infiltrasi mencapai suatu nilai konstan, yang dipengaruhi terutama oleh gravitasi dan laju perkolasi.
![]() |
| Kurva Kapasitas Infiltrasi |
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFILTRASI
Laju infiltrasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kedalaman
genangan dan tebal lapis jenuh, kelembaban tanah, pemadatan oleh hujan,
tanaman penutup, intensitas hujan, dan sifat-sifat fisik tanah.
Kedalaman genangan dan tebal lapis jenuh
Perhatikan skema gambar di bawah ini !
![]() |
| Genangan Pada Permukaan Tanah |
Dalam gambar di atas, air yang tergenang di atas permukaan tanah
terinfiltrasi ke dalam tanah, yang menyebabkan suatu lapisan di bawah
permukaan tanah menjadi jenuh air. Apabila tebal dari lapisan jenuh air
adalah L, dapat dianggap bahwa air mengalir ke bawah melalui
sejumlah tabung kecil. ALiran melalui lapisan tersebut serupa dengan
aliran melalui pipa. Kedalaman genangan di atas permukaan tanah (D) memberikan tinggi tekanan pada ujung atas tabung, sehingga tinggi tekanan total yang menyebabkan aliran adalah D+L.
Tahanan terhadap aliran yang diberikan oleh tanah adalah sebanding dengan tebal lapis jenuh air L. Pada awal hujan, dimana L adalah kecil dibanding D,
tinggi tekanan adalah besar dibanding tahanan terhadap aliran, sehingga
air masuk ke dalam tanah dengan cepat. Sejalan dengan waktu, L bertambah panjang sampai melebihi D, sehingga tahanan terhadap aliran semakin besar. Pada kondisi tersebut kecepatan infiltrasi berkurang. Apabila L sangat lebih besar daripada D, perubahan L mempunyai pengaruh yang hampir sama dengan gaya tekanan dan hambatan, sehingga laju infiltrasi hampir konstan.
Kelembaban tanah
Jumlah air tanah mempengaruhi kapasitas infiltrasi. Ketika air jatuh
pada tanah kering, permukaan atas dari tanah tersebut menjadi basah,
sedang bagian bawahnya relatif masih kering. Dengan demikian terdapat
perbedaan yang besar dari gaya kapiler antara permukaan atas tanah dan
yang ada di bawahnya. Karena adanya perbedaan tersebut, maka terjadi
gaya kapiler yang bekerja sama dengan gaya berat, sehingga air bergerak
ke bawah (infiltrasi) dengan cepat.
Dengan bertambahnya waktu, permukaan bawah tanah menjadi basah, sehingga
perbedaan daya kapiler berkurang, sehingga infiltrasi berkurang. Selain
itu, ketika tanah menjadi basah koloid yang terdapat dalam tanah akan
mengembang dan menutupi pori-pori tanah, sehingga mengurangi kapasitas
infiltrasi pada periode awal hujan.
Pemampatan oleh hujan
Ketika hujan jatuh di atas tanah, butir tanah mengalami pemadatan oleh
butiran air hujan. Pemadatan tersebut mengurangi pori-pori tanah yang
berbutir halus (seperti lempung), sehingga dapat mengurangi kapasitas
infiltrasi. Untuk tanah pasir, pengaruh tersebut sangat kecil.
Penyumbatan oleh butir halus
Ketika tanah sangat kering, permukaannya sering terdapat butiran halus.
Ketika hujan turun dan infiltrasi terjadi, butiran halus tersebut
terbawa masuk ke dalam tanah, dan mengisi pori-pori tanah, sehingga
mengurangi kapasitas infiltrasi.
Tanaman penutup
Banyaknya tanaman yang menutupi permukaan tanah, seperti rumput atau
hutan, dapat menaikkan kapasitas infiltrasi tanah tersebut. Dengan
adanya tanaman penutup, air hujan tidak dapat memampatkan tanah, dan
juga akan terbentuk lapisan humus yang dapat menjadi sarang/tempat hidup
serangga. Apabila terjadi hujan lapisan humus mengembang dan
lobang-lobang (sarang) yang dibuat serangga akan menjadi sangat
permeabel. Kapasitas infiltrasi bisa jauh lebih besar daripada tanah
yang tanpa penutup tanaman.
Topografi
Kondisi topografi juga mempengaruhi infiltrasi. Pada lahan dengan
kemiringan besar, aliran permukaan mempunyai kecepatan besar sehingga
air kekurangan waktu infiltrasi. Akibatnya sebagian besar air hujan
menjadi aliran permukaan. Sebaliknya, pada lahan yang datar air
menggenang sehingga mempunyai waktu cukup banyak untuk infiltrasi.
Intensitas hujan
Intensitas hujan juga berpengaruh terhadap kapasitas infiltrasi. Jika intensitas hujan I lebih
kecil dari kapasitas infiltrasi, maka laju infiltrasi aktual adalah
sama dengan intensitas hujan. Apabila intensitas hujan lebih besar dari
kapasitas infiltrasi, maka laju infiltrasi aktual sama dengan kapasitas
infiltrasi.
SUMBER REFERENSI :
Bambang Triatmodjo. 2010. Hidrologi Terapan. Yogyakarta : Beta Offset, di (http://www.galeripustaka.com/2013/03/pengertian-dan-faktor-infiltrasi.html)
Diposting oleh Rudi di 22.02 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)






