Popular Posts
-
Saat itu menjelang tahun baru 2013 saya berkesempatan narsis di lereng gunung salak. Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang t...
-
Tahapan-tahapan kegiatan dalam interpretasi citra, yaitu : 1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak m...
-
KLASIFIKASI KOTA MENURUT JUMLAH PENDUDUKNYA: 1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa 2. Kota sedang ...
-
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris. Teori ini dikemukakan ...
-
Peta tematik merupakan peta yang hanya menggambarkan satu tema saja, peta tematik sering juga disebut dengan peta khusus, sehingga peta te...
-
1. Griffith Taylor Griffith Taylor (1958) mengemukakan tahapan perkembangan kota sebagai berikut: - Stadium Infantile , di dalam st...
-
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%) Rumus: Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 % Contoh; Diketahui titik ko...
-
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena mer...
-
Menurut tingkat perkembangan kota terbagi bagi menjadi: Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatny...
-
Dalam proses endogenik, akan terbentuk intrusi magma. intrusi magma sendiri merupakan proses penerobosan magma tidak sampai ke permukaan bu...
TRANSMIGRASI SWAKARSA/SPONTAN
Diposting oleh Rudi di 17.45 0 komentar
TRANSMIGRASI BEDOL DESA
Diposting oleh Rudi di 17.44 0 komentar
jenis longsor
Jenis-Jenis Longsor
satu ini dibandingkan erupsi atau gempa padahal longsor merupakan bencana geologi yang paling sering terjadi di Indonesia menurut data statistik BNPB. Longsor dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan kecepatan alirannya, longsor dibagi menjadi tipe aliran, longsoran, runtuhan dan amblesan.
Diposting oleh Rudi di 10.18 0 komentar
Rumus proyeksi geometris
Diposting oleh Rudi di 10.16 0 komentar
mencari beda tinggi dan kemiringan lereng
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%)
Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 %
Contoh;
Diketahui titik kontur X berketinggian 225 meter dan titik Y
berketinggiann 125 meter. Jarak antara X-Y pada peta dengan skala
1:50.000 adalah 4 cm. Berapa persen kemiringan lereng X-Y?
a. 25 %
b. 20 %
c. 15 %
d. 10 %
e. 5 %
Jawab:
Rumus: Beda Tinggi/jarak x 100 %
Beda tinggi X-Y = 225 - 125 meter
= 100 meter
= 10.000 cm
Jarak X-Y pada peta 4 cm
Jarak sebenarnya= jarak x skala
= 4 x 50.000
= 200.000 cm
Kemiringan Lereng X-Y adalah
= Beda tinggi / jarak x 100 %
= 10.000/200.000 x 100 %
= 5 %
Jadi, kemiringan lereng X-Y adalah 5 %
Contoh lagi:

Hitunglah kemiringan lereng titik A ke titik B
Rumus:
Cari dahulu kontur interval nya. CI = 125
Cari dahulu jarak sebenarnya. Js = Jp x skala = 4 x 250.000 = 10.000
Mencari kemeringan lereng dengan rumus:
Kontur tertinggi - kontur terendah / jarak sebenarnya x 100 %
400 - 25 / 10.000 x 100 %
375 / 100 %
3,75 %
Kemiringan lereng A ke B adalah 3,75 %
Mencari beda tinggi dalam satuan derajat
Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak x 1 derajat
Contoh soal sama seperti di atas. Hanya saja satuan persen (%) diganti dengan satuan derajat.
sumber:http://fastrans22.blogspot.co.id/2013/04/rumus-skala-kontur-kontur-interval-dan.html
Diposting oleh Rudi di 08.15 0 komentar
menentukan interval kontur
Mencari kontur interval/beda tinggi (CI)
Rumus:
CI = 1/2000 x skala
Contoh:
Diketahui skala peta topografi adalah 1:100.000. Berapa beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut?
a. 5 meter
b. 50 meter
c. 55 meter
d. 500 meter
e. 555 meter
Jawab:
CI = 1/2000 x skala
= 1/2000 x 100.000
= 50
Jadi, beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut adalah 50 meter
sumber:http://fastrans22.blogspot.co.id/2013/04/rumus-skala-kontur-kontur-interval-dan.html
Diposting oleh Rudi di 08.13 0 komentar
Ciri-ciri Garis Kontur
Kontur adalah garis yang menunjukkan ketinggian yang sama,
Garis kontur biasanya terdapat pada peta topografi.
Ciri-ciri kontur:
- tidak berpotongan
- satu garis menunjjukan satu ketinggian
- garis kontur rapat = lereng terjal/curam
- garis kontur renggang = lereng landai
- angak kontur menunjukkan interval (CI)
- angka kontur dalam satuan meter
- lereng terjal cocok untuk wilayah konservasi/hutan dan PLTA
- lereng landai cocok untuk wilayah pemukiman, pertanian, dan jalur pendakian
Diposting oleh Rudi di 08.07 0 komentar



