Popular Posts
-
Saat itu menjelang tahun baru 2013 saya berkesempatan narsis di lereng gunung salak. Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang t...
-
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris. Teori ini dikemukakan ...
-
Peta tematik merupakan peta yang hanya menggambarkan satu tema saja, peta tematik sering juga disebut dengan peta khusus, sehingga peta te...
-
Tahapan-tahapan kegiatan dalam interpretasi citra, yaitu : 1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak m...
-
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena mer...
-
Dalam proses endogenik, akan terbentuk intrusi magma. intrusi magma sendiri merupakan proses penerobosan magma tidak sampai ke permukaan bu...
-
Pelapukan merupakan proses perubahan secara alami yang menghancurkan batuan menjadi tanah. pelapukan terdiri dari 3 bagian diantaranya pel...
-
A. DESA 1. Pengertian Desa a. Menurut Sutardjo Kartohardikusumo Desa adalah satu kesatuan hukum dimana ber...
-
KLASIFIKASI KOTA MENURUT JUMLAH PENDUDUKNYA: 1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa 2. Kota sedang ...
-
unsur hara terbagi menjadi dua bagian, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur Hara Makro adalah Unsur hara yang diperlukan ...
Rumus proyeksi geometris
Diposting oleh Rudi di 10.16 0 komentar
mencari beda tinggi dan kemiringan lereng
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%)
Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 %
Contoh;
Diketahui titik kontur X berketinggian 225 meter dan titik Y
berketinggiann 125 meter. Jarak antara X-Y pada peta dengan skala
1:50.000 adalah 4 cm. Berapa persen kemiringan lereng X-Y?
a. 25 %
b. 20 %
c. 15 %
d. 10 %
e. 5 %
Jawab:
Rumus: Beda Tinggi/jarak x 100 %
Beda tinggi X-Y = 225 - 125 meter
= 100 meter
= 10.000 cm
Jarak X-Y pada peta 4 cm
Jarak sebenarnya= jarak x skala
= 4 x 50.000
= 200.000 cm
Kemiringan Lereng X-Y adalah
= Beda tinggi / jarak x 100 %
= 10.000/200.000 x 100 %
= 5 %
Jadi, kemiringan lereng X-Y adalah 5 %
Contoh lagi:

Hitunglah kemiringan lereng titik A ke titik B
Rumus:
Cari dahulu kontur interval nya. CI = 125
Cari dahulu jarak sebenarnya. Js = Jp x skala = 4 x 250.000 = 10.000
Mencari kemeringan lereng dengan rumus:
Kontur tertinggi - kontur terendah / jarak sebenarnya x 100 %
400 - 25 / 10.000 x 100 %
375 / 100 %
3,75 %
Kemiringan lereng A ke B adalah 3,75 %
Mencari beda tinggi dalam satuan derajat
Rumus:
Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak x 1 derajat
Contoh soal sama seperti di atas. Hanya saja satuan persen (%) diganti dengan satuan derajat.
sumber:http://fastrans22.blogspot.co.id/2013/04/rumus-skala-kontur-kontur-interval-dan.html
Diposting oleh Rudi di 08.15 0 komentar
menentukan interval kontur
Mencari kontur interval/beda tinggi (CI)
Rumus:
CI = 1/2000 x skala
Contoh:
Diketahui skala peta topografi adalah 1:100.000. Berapa beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut?
a. 5 meter
b. 50 meter
c. 55 meter
d. 500 meter
e. 555 meter
Jawab:
CI = 1/2000 x skala
= 1/2000 x 100.000
= 50
Jadi, beda tinggi antar kontur dalam peta tersebut adalah 50 meter
sumber:http://fastrans22.blogspot.co.id/2013/04/rumus-skala-kontur-kontur-interval-dan.html
Diposting oleh Rudi di 08.13 0 komentar
Ciri-ciri Garis Kontur
Kontur adalah garis yang menunjukkan ketinggian yang sama,
Garis kontur biasanya terdapat pada peta topografi.
Ciri-ciri kontur:
- tidak berpotongan
- satu garis menunjjukan satu ketinggian
- garis kontur rapat = lereng terjal/curam
- garis kontur renggang = lereng landai
- angak kontur menunjukkan interval (CI)
- angka kontur dalam satuan meter
- lereng terjal cocok untuk wilayah konservasi/hutan dan PLTA
- lereng landai cocok untuk wilayah pemukiman, pertanian, dan jalur pendakian
Diposting oleh Rudi di 08.07 0 komentar
Definisi pertanian berkelanjutan
Pertanian berkelanjutan adalah gerakan pertanian menggunakan prinsip ekologi, studi hubungan antara organisme dan lingkungannya
Diposting oleh Rudi di 19.47 0 komentar
definisi AKUIFER
Akuifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat
mengalirkan air. Melalui akuifer inilah air tanah dapat diambil.
Penelitian aliran air di akuifer dan karakterisasi akuifer disebut hidrogeologi.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Akuifer
Diposting oleh Rudi di 19.46 0 komentar
Menjelajahi Jejak Lava Hulu Ci Muja
(Artikel terbit di koran Pikiran Rakyat, Edisi Bulan Juni 2015)
Perjalanan menggunakan kendaraan bermotor melintasi ruas jalan di tengah-tengah perkebunan teh yang berada di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang ini mengalami sedikit hambatan, kondisi jalannya berbatu terjal, dan bergelombang, penampangnya menjadi seperti itu karena tergerus oleh limpasan air di saat turun hujan.
Dua kendaraan motor yang masing-masing kami bawa pun akhirnya di parkir di tepian ruas perkebunan. Tak sanggup di paksa naik dalam kondisi jalan seperti itu. Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan hiking menyusuri jalur lintasan. Angin lembah begitu lirih mengantarkan uap air yang lembab mengiringi perjalanan kami seakan tak memberikan ruang untuk kemunculan keringat di sekujur badan.
Tujuan kami berdua yaitu menjelajahi curug-curug yang berada di aliran Ci Muja. Sungai tersebut memiliki pola aliran dendritik. Pola aliran seperti ini biasanya memiliki corak seperti akar atau ranting-ranting pepohonan. Dalam satu alur sungainya, Ci Muja memiliki beberapa air terjun atau curug, diantaranya curug Cimuja, Curug Mandala, Curug Sadim, Curug Karembong, dan Curug Goa Badak.
Rupanya setelah berjalan lebih jauh menapaki jalur, di tengah-tengah perkebunan teh tersebutdi bagian perempatan jalannya ternyata terdapat penunjuk arah menuju curug mandala. Penunjuk arah itu mengarah ke bagian kanan perkebunan, sayapun penuh semangat berbelok arah itu sesuai yang di tunjukkan. Tidak berlangsung lama, kira-kira hanya 40 langkah kaki saja trek yang tadinya di suguhi oleh hamparan perkebunan teh kemudian berubah suasana menjadi rimbunnya semak belukar yang menanungi jalur lintasan.
Menyusuri trak tersebut, sepatu lapangan kami begitu mudahnya kotor, trek tanah basah begitu mudahnya melekatkan tanah di seluruh permukaan sepatu. Gemiricik air yang keluar dari seke mengalir ke bagian paling bawahnya sebagai jalur lintasan, yang kemungkinan merupakan jalur satu-satunya menuju trek Curug Mandala sebagai curug pertama yang akan ditemui. Di beberapa titik dapat ditemui kubangan air, terlihat air di kubangannya begitu jernih, mengisyaratkan bahwa pada hari itu kami berdua ini sebagai orang pertama yang melintasi kawasannya.
Setelah berjalan kaki 40 menit lamanya dari tempat menepikan kendaraan bermotor di hamparan perkebunan teh di bagian bawah tadi, akhirnya kami sampai juga di Curug Mandala. Saya begitu kaget, rupanya saat menyusuri trek tanah basah tadi dalam hati terlintas pikiran bahwa kemungkinan hanya satu jalur saja trek yang hanya bisa di jelajahi, namun ternyata perkiraan itu salah besar, karena kawasan Curug Mandala ini bisa di lalui menggunakan kendaraan bermotor maupun mobil.
Terbukti di dekat Curug Mandala yang tentunya berada di tepian aliran sungai Ci Muja ini, saat itu terdapat 4 mobil yang terparkir. di depan parkiran mobil yang sangat sempit terpasang beberapa tenda yang sudah rapi di dirikan. Di lihat dari plat nomor kendaraan berikut kaos seragam yang dikenakannya, menunjukkan bahwa para pengendara itu sebagai anggota dari salah satu dari komunitas yang berasal dari Kota Jakarta.
Berbeda dengan jalur setapak yang harus di tempuh dengan berjalan kaki tadi, tentunya jalur ini lebih jauh, karena harus turun ke perkebunan teh yang sudah masuk ke dalam kawasan kampung panaruban yang berada di bagian bawahnya, belum lagi motor harus ditinggal jauh di bagian bawahnya, sedangkan untuk dapat masuk ke tepian Curug Mandala dengan menggunakan kendaraan bermotor justru lebih mudah ungkapnya, patokannya dari jalan raya provinsi yang menghubungkan kota Bandung dengan Subang, apabila ditempuh dari arah Lembang sebelum dua belokan terakhir yang mengarah ke gang menuju objek wisata pemandian air panas Ciater, sebelum perempatan yang ditandai dengan adanya gapura gotong royong itu, di sebelah kiri jalan provinsi tersebut terdapat jalan berbatu kerikil, nantinya jalan tersebut akan berujung ke lokasi keberadan Curug Mandala, ungkapnya.
Diposting oleh Rudi di 19.26 0 komentar


