arti sungai episodik/sungai intermittent

Minggu, 14 Juni 2015

sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra

Central Place Theory (Teori Tempat Sentral)

Central Place theory dikemukakan oleh Walter Christaller pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi dapat melayani berbagai kebutuhan  yang terletak pada suatu tempat yang disebutnya sebagai tempat sentral. Tempat sentral tersebut memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai kemampuannya melayani kebutuhan wilayah tersebut. Bentuk pelayanan tersebut digambarkan dalam segi enam/heksagonal. Teori ini dapat berlaku apabila memiliki karakteristik sebagai berikut

1. wilayahnya datar dan tidak berbukit
2. tingkat ekonomi dan daya beli penduduk relatif sama
3. penduduk memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak ke berbagai arah
centralplace
Secara hierarki Central Place Theory dibagi menjadi 3 tingkatan pelayanan
1. Herarkri K 3
Merupakan pusat pelayanan pasar optimum dimana tempat sentral tersebut selalu menyediakan kebutuhan barang-barang pasar untuk daerah disekitarnya.
2. Hierarki K 4
Merupakan pusat lalu lintas/transportasi maksimum dimana tempat sentral tersebut menyediakan sarana dan prasarana lalu-lintas yang optimal.
3. Hierarki K 7
Merupakan pusat pemerintahan optimum dimana tempat sentral tersebut merupakan sebuah pusat pemerintahan
1-s2.0-S016604629800026X-gr3
Teori pada prinsipnya bersifat statis dan tidak memikirkan pola  pembangunan di masa yang akan datang akan tetapi dasar tentang hierarki suatu pusat pelayanan sangat membantu dalam hal perencanaan pembangunan sebuah wilayah/kota.
sumber: https://agnazgeograph.wordpress.com

MENENTUKAN DEBIT AIR

Sabtu, 13 Juni 2015

1.      Pengertian Debit Air

Debit air adalah kecepatan aliran zat cait per satuan waktu. Misalnya Debit air sungai pesanggrahan adalah 3.000 l / detik.  Artinya setiap 1 detik air yang mengalir di sungai Pesanggrahan adalah 3.000 l. Satuan debit digunakan dalam pengawasan kapasitas atau daya tampung air di sungai atau bendungan agar dapat dikendalikan.
Untuk dapat menentukan debit air maka kita harus mengetahui satuan ukuran volume dan satuan ukuran waktu terlebih dahulu, karena debit air berkaitan erat dengan satuan volume dan satuan waktu.
Perhatikan konversi satuan waktu berikut :
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik

Konversi  satuan volume :
1 liter = 1 dm³ = 1.000 cm³ = 1.000.000 mm³ = 0.001 m³
1 cc = 1 ml = 1 cm

2.      Menentukan Debit Air 

Rumus
Debit = Volume : Waktu

Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa liter/detik debit air tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui 
volume (v) = 3.600 m³
                   = 3.600.000 dm³
                   = 3.600.000 liter
waktu (t)    = 1 jam
                  = 3.600 detik
Maka debitnya = 3.600.000 liter
                            3.600 detik
                         = 1.000 liter/detik

      3.      Menghitung volume

Rumus
Volume = Debit X Waktu

Sebuah bak mandi diisi air mulai pukul 07.20 sampai pukul 07.50. Dengan debit 10 liter/ menit. Berapa liter volume air dalam dalam bak mandi tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui
Debit   =  10 liter
Waktu = 07.50 – 07.20
            = 30 menit
Maka volumenya = Debit X Waktu
                             = 10 liter X 30 menit
                             = 300 liter

      4.      Menghitung waktu

Rumus
Waktu = Volume : Debit

Volume bak mandi 200 dm3. Di isi dengan air dari sebuah kran dengan debit
5 liter/menit. Berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak mandi sampai penuh ?
Penyelesaian
Diketahui
Volume = 200 dm3
Debit     = 5 liter/ menit
Maka waktu yang di butuhkan = Volume
                                                      Debit
                                                  = 200    
                                                      5
                                                  = 40 menit
SUMBER:http://asagenerasiku.blogspot.com/

menghitung jarak episentrum gempa

Rumus Episentrum :
J- {(S-P)-1} x 1 Megameter
Ket :
J=  Jarak episentum dan stasiun pencatat gempa.
S = Waktu
I = 1 menit ( konatanta )
I megameter = 1000 km


Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, dan B)  diketahui getaran 
gempa sebagai berikut: 
Stasiun A                                                                
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45
Episentrum A
{ (2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’} X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.
Episentrum B
= { ( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’} X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

sumber: http://fadhilkhairyammar.blogspot.com/

CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT

CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT

Untuk mengetahui kedalaman laut digunakan dua metode yaitu:
a. BATU DUGA
Yaitu sistem pengukuran dasar laut menggunakan kabel yang dilengkapi bandul pemberat yang massanya berkisar 25-75 kg.
Gambar metode batu duga:
b. GEMA SUARA
Yaitu metode pengukuran dasar laut dengan menggunakan alat gema suara yaitu ECHO SOUNDER dan HIDROFON. Echo Sounder adalah alat pengirim suara,  sedangkan hidrofon adalah penerima gema suara.
Dasar perhitungan kedalaman laut dengan gema adalah cepat rambat bunyi dalam air yaitu 1500 m/detik.
Rumus yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut:
X =   t X v
2
X = kedalaman laut (meter)
t = waktu yang dibutuhkan untuk menerima kembali gema suara setelah ditembakkan echo   sounder
v = cepat rambat suara dalam air
gambar gema suara:
contoh:
1.  Sebuah kapal mengukur kedalaman laut dengan metode gema suara. Setelah suara ditembakkan echo sounder, terdengar gema pada hidrofon dalam selang waktu 8 detik, maka kedalaman laut adalah:
X =  t X v =  8 X 1.500 = 6.000 meter
2                2
2. Kapal KRI Teluk Nibung mengukur kedalaman laut Jawa dengan gema suara (echo sounding) tercatat waktunya 6 detik dari saat memancarkan gema sampai menerima pantulannya, sedangkan kecepatan rambat suara melalui air laut rata-rata 1.500 m/detik. Apabila dihitung maka kedalaman lautnya adalah:
X =  t X v =  6 X 1.500 =  4.500 meter
2                 2
3. Kecepatan suara dalam air laut adalah 1.500 m/detik, dengan metode echo sounding selisih waktu pancaran dan pantulan gelombang suara yang dipancarkan oleh sebuah kapal adalah 10 detik, maka kedalaman laut yang diukur adalah:
X  =  t X v =  10 X 1.500 =  7.500
2                   2

sumber: https://zahrosofie.wordpress.com/2010/03/11/mengukur-kedalaman-laut/

RUMUS KEMIRINGAN LERENG

Selasa, 05 Mei 2015

 
Dari gambar tersebut, Jika jarak x dan y pada garis kontur tersebut adalah 5 cm, maka berapa derajat kah kemiringan lerengnya?

Pemecahan soal tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:
1. Mencari Skala Peta
Ci = 1/2.000 x penyebut skala
50 = 1/2.000 x penyebut skala
penyebut skala = 2.000 x 50
penyebut skala = 100.000
jadi skala peta tersebut adalah 1 : 100.000 m, jadi kalo dalam cm menjadi 
1 : 10.000.000 cm

2. Menentukan jarak di sebenarnya antara x dan y
Jarak di peta adalah 5 cm berarti 5 x 10.000.000 cm = 50.000.000 cm = 500.000 m

3.Menentukan selisih tempat x dan y
Di peta x = 900 m  y = 800 m, jadi 900 -800 = 100 m

4. Menghitung derajat kemiringan lereng
Kemiringan x-y = beda tinggi x-y/jarak di lapangan x 100
= 100/500.000 x 100
= 0,02 %

Sumber: https://skepticalinquirer.wordpress.com/2015/01/25/rumus-menghitung-kemiringan-lereng/

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH MATA PELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)

Senin, 23 Maret 2015

    1. menganalisis jenis jenis limbah
    2. menganalisis ilmu bantu dalam PLH
    3. mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
    4. menjelaskan fungsi hutan (orologis, klimatis, estetis, hidrologis, dst)
    5.  menjelaskan istilah istilah dalam daur ulang sampah
    6. menganalisis permasalahan air
    7. menganalisis permanasan global
    8. menganalisis pencemaran air
    9. menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup
    10. menganalisis pemanfaatan lingkungan hidup
    11. mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
    12. mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
    13. mendeskripsikan pengelolaan lingkungan hidup  di perkotaan
    14.  mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
    15. mendeskripsikan jenis2 pencemaran lingkungan
    16. mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    17. mendeskripsikan faktor faktor pencemaran lingkungan
    18. membedakan lahan kritis dan lahan potensial
    19.  mendeskripsikan manfaat penghijauan
    20. mendeskripsikan jenis polutan
    21. mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
    22.  mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
    23.  mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    24. mendeskripsikan pembangunan berkelanjutan
    25. mendeskripsikan manfaat biogas
    26. menganalisis jenis polutan
    27. menganalisis manfaat bioteknologi
    28. menganalisis pencemaran air
    29.  menganalisis bioteknologi dalam bidang pertanian
    30. menganalisis bioteknologi
    31. menganalisis permasalahan lingkungan hidup
    32. menganalisis permasalahan lingkungan perkotaan
    33. menganalisis upaya penanggulangan lahan kritis
    34. menganalisis dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    35. menganalisis bentuk kegiatan yang merusak keseimbangan lingkungan
    36. mendeskripsikan jenis hutan di indonesia
    37.  menganalisis etika lingkungan hidup
    38. menganalisis etika lingkungan hidup
    39. menjelaskan etika, baku mutu, dan pengelolaan lingkungan hidup
    40. menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup





KUMPULAN FOTO DARI DINDING FACEBOOK

 
 
 

YANG SAYA UCAPKAN UNTUK ANDA

......terimakasih telah berkesempatan mengunjungi blog kami .....