sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra
Popular Posts
-
Saat itu menjelang tahun baru 2013 saya berkesempatan narsis di lereng gunung salak. Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang t...
-
Tahapan-tahapan kegiatan dalam interpretasi citra, yaitu : 1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak m...
-
KLASIFIKASI KOTA MENURUT JUMLAH PENDUDUKNYA: 1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa 2. Kota sedang ...
-
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris. Teori ini dikemukakan ...
-
Peta tematik merupakan peta yang hanya menggambarkan satu tema saja, peta tematik sering juga disebut dengan peta khusus, sehingga peta te...
-
1. Griffith Taylor Griffith Taylor (1958) mengemukakan tahapan perkembangan kota sebagai berikut: - Stadium Infantile , di dalam st...
-
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%) Rumus: Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 % Contoh; Diketahui titik ko...
-
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena mer...
-
Menurut tingkat perkembangan kota terbagi bagi menjadi: Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatny...
-
Dalam proses endogenik, akan terbentuk intrusi magma. intrusi magma sendiri merupakan proses penerobosan magma tidak sampai ke permukaan bu...
arti sungai episodik/sungai intermittent
Diposting oleh Rudi di 00.14 0 komentar
Central Place Theory (Teori Tempat Sentral)
Central Place theory dikemukakan oleh Walter Christaller pada 1933. Teori ini menyatakan bahwa suatu lokasi dapat melayani berbagai kebutuhan yang terletak pada suatu tempat yang disebutnya sebagai tempat sentral. Tempat sentral tersebut memiliki tingkatan-tingkatan tertentu sesuai kemampuannya melayani kebutuhan wilayah tersebut. Bentuk pelayanan tersebut digambarkan dalam segi enam/heksagonal. Teori ini dapat berlaku apabila memiliki karakteristik sebagai berikut
Diposting oleh Rudi di 00.11 0 komentar
MENENTUKAN DEBIT AIR
1. Pengertian Debit Air
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik
Konversi satuan volume :
1 liter = 1 dm³ = 1.000 cm³ = 1.000.000 mm³ = 0.001 m³
1 cc = 1 ml = 1 cm
Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa liter/detik debit air tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui
volume (v) = 3.600 m³
waktu (t) = 1 jam
Diposting oleh Rudi di 16.45 0 komentar
menghitung jarak episentrum gempa
Rumus Episentrum :
J- {(S-P)-1} x 1 Megameter
Ket :
J= Jarak episentum dan stasiun pencatat gempa.
S = Waktu
I = 1 menit ( konatanta )
I megameter = 1000 km
Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, dan B) diketahui getaran
gempa sebagai berikut:
Stasiun A
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45
Episentrum A
{ (2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’} X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.
Episentrum B
= { ( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’} X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km
sumber: http://fadhilkhairyammar.blogspot.com/
Diposting oleh Rudi di 16.42 0 komentar
CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT
CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT
Diposting oleh Rudi di 16.38 0 komentar
RUMUS KEMIRINGAN LERENG
Sumber: https://skepticalinquirer.wordpress.com/2015/01/25/rumus-menghitung-kemiringan-lereng/
Diposting oleh Rudi di 02.01 0 komentar
KISI-KISI UJIAN SEKOLAH MATA PELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)
-
- menganalisis jenis jenis limbah
- menganalisis ilmu bantu dalam PLH
- mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
- menjelaskan fungsi hutan (orologis, klimatis, estetis,
hidrologis, dst)
- menjelaskan istilah istilah dalam daur ulang
sampah
- menganalisis permasalahan air
- menganalisis permanasan global
- menganalisis pencemaran air
- menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup
- menganalisis pemanfaatan lingkungan hidup
- mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
- mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
- mendeskripsikan pengelolaan lingkungan hidup di
perkotaan
- mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
- mendeskripsikan jenis2 pencemaran lingkungan
- mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
- mendeskripsikan faktor faktor pencemaran lingkungan
- membedakan lahan kritis dan lahan potensial
- mendeskripsikan manfaat penghijauan
- mendeskripsikan jenis polutan
- mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
- mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
- mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan
hidup
- mendeskripsikan pembangunan berkelanjutan
- mendeskripsikan manfaat biogas
- menganalisis jenis polutan
- menganalisis manfaat bioteknologi
- menganalisis pencemaran air
- menganalisis bioteknologi dalam bidang pertanian
- menganalisis bioteknologi
- menganalisis permasalahan lingkungan hidup
- menganalisis permasalahan lingkungan perkotaan
- menganalisis upaya penanggulangan lahan kritis
- menganalisis dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
- menganalisis bentuk kegiatan yang merusak keseimbangan
lingkungan
- mendeskripsikan jenis hutan di indonesia
- menganalisis etika lingkungan hidup
- menganalisis etika lingkungan hidup
- menjelaskan etika, baku mutu, dan pengelolaan
lingkungan hidup
- menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup
- menganalisis jenis jenis limbah
Diposting oleh Rudi di 20.40 0 komentar




