Kelembaban nisbi (relatif) adalah perbandingan jumlah uap air dalam
udara yang ada dengan jumlah uap air maksimum dalam suhu yang sama.
Dinyatakan dengan persen. Rumusnya yaitu:
Kelembaban Relatif = uap air yang ada / uap air maksimum x 100%.
Popular Posts
-
Saat itu menjelang tahun baru 2013 saya berkesempatan narsis di lereng gunung salak. Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang t...
-
Tahapan-tahapan kegiatan dalam interpretasi citra, yaitu : 1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak m...
-
KLASIFIKASI KOTA MENURUT JUMLAH PENDUDUKNYA: 1. Kota Kecil =penduduknya antara 20.000-50.000 jiwa 2. Kota sedang ...
-
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris. Teori ini dikemukakan ...
-
Peta tematik merupakan peta yang hanya menggambarkan satu tema saja, peta tematik sering juga disebut dengan peta khusus, sehingga peta te...
-
1. Griffith Taylor Griffith Taylor (1958) mengemukakan tahapan perkembangan kota sebagai berikut: - Stadium Infantile , di dalam st...
-
Mencari beda tinggi dalam satuan persen (%) Rumus: Kemiringan lereng = Beda tinggi/jarak sebenarnya x 100 % Contoh; Diketahui titik ko...
-
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di muara sungai, daerah pasang surut atau tepi laut. Tumbuhan mangrove bersifat unik karena mer...
-
Menurut tingkat perkembangan kota terbagi bagi menjadi: Tahap eopolis adalah tahap perkembangan desa yang sudah teratur dan masyarakatny...
-
Dalam proses endogenik, akan terbentuk intrusi magma. intrusi magma sendiri merupakan proses penerobosan magma tidak sampai ke permukaan bu...
pengertian kelembaban nisbi
Diposting oleh Rudi di 17.33 0 komentar
sejarah awal segitiga bermuda
Pada masa pelayaran Christopher Colombus,
ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya
mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang
mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press.
Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang
menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya
‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya
oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis
menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’,
setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut.
Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut
terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada
di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid
dan permukaan laut sekitar 500 m, di ujung piramid tersebut terdapat dua
rongga lubang lebih besar.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_Bermuda
Diposting oleh Rudi di 17.29 0 komentar
segitiga bermuda
Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di
daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal
yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam
bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang
mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_Bermuda
Diposting oleh Rudi di 17.29 0 komentar
dampak sekunder banjir
Dampak sekunder
- Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka.
- Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
- Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.[4] Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
- Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.[5]
- Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
Diposting oleh Rudi di 17.27 1 komentar
sumber energi Gempa
Diposting oleh Rudi di 17.26 0 komentar
arti magnitudo lokal
Magnitudo gempa adalah sebuah besaran yang menyatakan besarnya
energi seismik yang dipancarkan oleh sumber gempa. Besaran ini akan
berharga sma, meskipun dihitung dari tempat yang berbeda. Skala yang
kerap digunakan untuk menyatakan magnitudo gempa ini adalah Skala Richter (Richter Scale). Secara umum, magnitudo dapat dihitung menggunakan formula berikut:
dimana
adalah magnitudo,
adalah amplitudo gerakan tanah (dalam mikrometer)
adalah periode gelombang
adalah jarak pusat gempa atau episenter
adalah kedalaman gempa
adalah faktor koreksi yang bergantung pada kondisi lokal & regional daerahnya
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Magnitudo_gempa
Diposting oleh Rudi di 17.24 0 komentar
Mengenal lebih dekat TSUNAMI
Kata tsunami berasal dari bahasa jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 196 tsunami telah terjadi.
Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang.
Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai
lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak
ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena
penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.
Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air
yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan
gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan
seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang
menyamakan dengan "pasang-surut" meliputi "kemiripan" atau "memiliki
kesamaan karakter" dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi
tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.
Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti "gelombang". Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.
SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami
Diposting oleh Rudi di 17.22 0 komentar
