soal geografi kelas 10 sma

Jumat, 11 Mei 2012


Mata Pelajaran                          :  Geografi
Kelas / Program                         :   x / umum
Waktu                                                                :   

I. PILIHLAH SALAH SATU JAWABAN YANG PALING TEPAT


1.      
Lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium adalah …

A.
Asthenosfer

B.

Barisfer


C.

SIMA


D.

SIAL


E.

Barisfer


2.      
Batuan ini terbentuk jauh di dalam kulit bumi, proses pendinginannya sangat lambat sehingga membentuk Kristal yang sempurna, merupakan cirri dari …

A.
Batuan beku dalam

B.

Batuan beku luar


C.

Batuan beku gang


D.

Batuan metamorf


E.

Batuan sedimen


3.      
Tenaga ini dapat memberi bentuk relief di permakuan bumi, salah satu contoh tenaganya yaitu epirogenesa, ini merupakan tenaga …

A.
Endogen

B.

Orogenesa


C.

Masswasting


D.

Sedimentasi


E.

Eksogen


4.      
Peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi adalah …

A.
Erosi

B.

Deflasi


C.

Vulkanologi


D.

Seisme


E.

Tektonisme


5.      
Bentuk puncaknya seperti kerucut, pengaruh letusan yang secara epusif dan eksplosif secara bergantian, merupakan tipe gunung api  …

A.
Maar

B.

Perisai


C.

Tameng


D.

Mauna loa


E.

Strato


6.      
Merupakan gerakan tektonisme yang relative lebih cepat dengan wilayah yang relative sempit, adalah …

A.
Epirogenesa positif

B.

Epirogenesa negative


C.

Orogenesa


D.

Patahan


E.

Lipatan


7.      
Ciri-ciri lavanya sangat cair, ketika keluar membentuk lereng yang sangat landai, kemiringan lerengnya antara 10 – 100, contohnya pegunungan yang terdapat banyak di Hawaii, merupakan tipe …

A.
Strato

B.

Kerucut


C.

Maar


D.

Kaldera


E.

Tameng


8.      
Di daerah A tercatat gelombang primer pada pukul 10.30’30” dan gelombang sekunder tercatat pada pukul 10.35’50”, ditanyakan berapa jarak episentrumnya …

A.
4.300 km

B.

4.305 km


C.
4.315 km

D.

4.325 km


E.

4.335 km


9.      
Puncak dari patahan disebut …

A.
Sinklinal

B.

Horst


C.

Graben


D.

Slenk


E.

Antiklinal


10.   
Gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang relative lambat berlangsung dalam waktu yang lama dan meliputi wilayah yang luas disebut …

A.
Epirogenesa

B.

Orogenesa


C.

Patahan


D.

Lipatan


E.

Graben


11.   
Pelapukan fisik atau mekanik yang terjadi di daerah yang beriklim continental, atau yang beriklim gurun, biasanya proses pelapukan dipengaruhi oleh faktor …

A.
Tekanan air

B.

Presipitasi


C.

Organism


D.

Temperature udara


E.

Kondensasi


12.   
Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga jenis pelapukkannya yang terjadi termasuk pelapukan…

A.
Organic

B.

Kimiawi


C.

Mekanik


D.

Abrasi


E.

Denudasi


13.   
Didaerah gurun, pasir-pasir diendapkan dan membentuk bukit pasir, biasanya proses tersebut termasuk dalam erosi …

A.
Erosi percik

B.

Erosi alur


C.

Erosi angin


D.

Erosi parit


E.

Erosi lembar


14.   
Merupakan pengikisan yang dipengaruhi oleh gerakan lapisan es atau pencairannya yang menuruni pegunungan, ini termasuk erosi …

A.
Angin

B.

Air laut


C.

Glasial (gletser)


D.

Abrasi


E.

Air sungai


15.   
Di bawah ini merupakan usaha-usaha yang tidak termasuk dalam mencegah terjadinya erosi, yaitu …

A.
Terasering

B.

Strip cropping


C.

Reboisasi


D.

Penebangan pohon


E.

Contour plowing


16.   
Sedimentasi yang terjadi di danau atau rawa disebut …

A.
Fluvial

B.

Terestris


C.

Marine


D.

Glasial


E.

Limnis


17.   
Tanah ini terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kwarsa, sifatnya basah jika terkena air, banyak terdapat di pegunungan yang ada di Nusa Tenggara, adalah jenis tanah…  

A.
Laterit

B.

Podzolit


C.

Alluvial


D.

Grumosol


E.

Tanah karst


18.   
Tanah ini terjadi dari bahan induk organic seperti gambut dan rumput rawa, biasanya bersifat asam. Di Indonesai tanah ini banyak terdapat di …

A.
Sulawesi

B.

Nusa Tenggara


C.

Kalimantan


D.

Bali


E.

Jawa


19.   
Di bawah ini yang tidak termasuk dalam lapisan udara adalah …

A.
Troposfer

B.

Mesosfer


C.

Asthenosfer


D.

Eksosfer


E.

Thermosfer


20.   
Lapisan ini sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan di permukaan bumi, dimana terjadi di dalamnya terdapat peristiwa cuaca. Merupakan cirri dari lapisan …

A.
Mesosfer

B.

Thermosfer


C.

Troposfer


D.

Ionosfer


E.

Eksosfer


21.   
Di bawah ini yang termasuk dalam unsure cuaca dan iklim, kecuali …

A.
Angin

B.

Tekanan udara


C.

Suhu


D.

Awan


E.

Isoseista


22.   
Di bawah ini merupakan contoh pemanasan tidak langsung, yaitu …

A.
Difusi

B.

Refleksi


C.

absorpsi


D.

Turbulensi


E.

kondensasi


23.   
Di bawah ini merupakan contoh pemanasan langsung, yaitu…

A.
Absorpi

B.

Adveksi


C.

Konveksi


D.

Konduksi


E.

Sirkulasi


24.   
Pada siang hari, tekanan udara di laut lebih besar di bandingkan di darat, sehingga berhembus angin  …

A.
Lembah

B.

Darat


C.

Laut


D.

Gunung


E.

Fohn


25.   
Perhatikan gambar berikut ini



 

                                                       23’50 BBU











 

                                                       Khatulistiwa

                                                       23.50 BBS


Berdasarkan gambar di atas, ketika posisi matahari berada di 23.50 BBS, di Indonesia akan mengalami musim …

A.
Penghujan

B.

Semi


C.

Kemarau


D.

Salju


E.

Panas




26.   
Kota Sukabumi pada tahun 2010 memiliki data curah hujan sebagai berikut
Bulan
JAN
FEB
MAR
APR
MEI
JUNI
JULI
AGT
SEP
OKT
NOP
DES
CH
200
130
175
120
55
30
15
20
22
120
170
230

Berdasarkan data di atas, menurut iklim schemidt – ferguson termasuk ke dalam tipe …

A.
E

B.

D


C.

C


D.

B


E.

F


27.   
Di Indonesia yang sering terjadi siklus panjang terdapat di daerah …

A.
Puncak jaya wijaya

B.

Kalimantan


C.

Jawa barat


D.

Nusa tenggara


E.

Lereng gunung merapi

ASPEK GEOGRAFI


Aspek geografi terbagi menjadi aspek fisik dan aspek sosial
1.       Aspek fisik
Aspek fisik geografi terdiri dari:
-          Tanah
-          Air
-          Laut
-          Danau
-          Sungai
-          Udara
-          Angin
-          Awan
-          Hujan
-          Pelangi
-          Batuan
-          Rawa
-          Pohon
-          Kabut
-          Dll

2.       Aspek sosial
Aspek sosial terdiri dari:
-          Ekonomi
-          Politik
-          dll

TATA CARA PENDAFTARAN SNMPTN

Kamis, 10 Mei 2012

SNMPTN merupakan suatu cara dalam penyeleksian calon mahasiswa yang ingin masuk ke universitas negeri yang tersedia di negara indonesia. SNMPTN terdiri dari dua jalur pendaftaran. diantaranya ada jalur ujian tertulis+ keterampilan dan jalur undangan. Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan merupakan salah satu jalur SNMPTN yang diharapkan mampu memprediksi keberhasilan calon mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu di perguruan tinggi. Ujian tertulis menggunakan soal ujian yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan validitas, tingkat kesulitan, dan daya pembeda yang memadai. Disamping itu, soal SNMPTN dirancang untuk mengukur kemampuan umum yang diprediksi menentukan keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi, yakni kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking), yang meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Dasar, Tes Bidang Studi IPA, dan Tes Bidang Studi IPS. Ujian Keterampilan dilakukan untuk mengukur kemampuan dalam bidang ilmu Seni dan Keolahragaan.
 
Tujuan
  1. Menjaringcalon mahasiswa yang diprediksi berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi.
  2. Memberi peluang bagi calon mahasiswa untuk memilihlebih dari satu program studi di perguruan tinggi lintas wilayah tanpa harus memperhatikan kesamaan lokasi antara calon peserta dan PTN yang dipilih.
Ketentuan Umum dan Persyaratan
 

Jalur ujian tertulis dan keterampilan adalah mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui ujian tertulis dan keterampilan yang dilakukan serentak secara nasional. Lokasi pelaksanaan SNMPTN dibagi menjadi 4 wilayah. Penjelasan tentang pembagian wilayah dapat dilihat dalam Panduan Peserta yang dapat diakses melalui lamanhttp://www.snmptn.ac.id.
 
SUMBER: http://www.snmptn.ac.id/i_page.php?m_id=10&sm_id=21

KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI

Rabu, 09 Mei 2012

GEOGRAFI memiliki beberapa macam konsep ESENSIAL diantaranya yaitu:
1. konsep lokasi
Konsep lokasi dalam geografi menganalisis aspek positif dan negative suatu tempat di permukaan bumi.#     Konsep Lokasi biasanya untuk menjawab pertanyaan where (dimana).
# Lokasi dalam geografi dibagi 2 jenis: 
Lokasi Absolut
Lokasi suatu wilayah yang didasarkan pada garis lintang dan garis bujur. 
contoh:  indonesia terletak diantara 06 derajat lintang utara sampai 11 derajat lintang selatan
Lokasi Relatif
Lokasi wilayah dipermukan bumi yang sifatnya dapat berubah-ubah karena dipengaruhi daerah sekitarnya.
# Suatu tempat dipermukaan bumi akan mempunyai nilai tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi social yang baik.
 contoh: indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera

2. konsep jarak
arak merupakan pembatas yang bersifat alami.# Jarak berkaitan dengan lokasi dan upaya pemenuhan kebutuhan pokok kehidupan.
# Unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan dengan keuntungan yang didapat.
contoh: harga tanah yang dekat dengan jalan raya memiliki harga yang mahal

3. konsep pola
#Berkaitan dengan ketergantungan pada bentuk fenomena geografi dipermukaan bumi. # Geografi mempelajari pola-pola bentuk dan persebaran fenomena geografi
# Bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
contoh: pemukiman di tepi pantai cenderung memanjang (linier) sejajar dengan garis pantai

4. konsep keterjangkauan
# Berkaitan dengan kondisi permukaan bumi, misalnya suatu daerah terisolasi karena kondisi permukaan buminya menyebabkannya sulit dijangkau.# Ketergantungan pada umumnya berubah sejalan dengan perkembangan ekonomi, iptek dan transportasi.
# Interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.
 contoh: dari jakarta menuju kuningan dan singapura, ternyata lebih cepat ke singapura, karena memiliki akses bandar udara

5. konsep morfologi
# Berkaitan dengan bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen.# Bentukan muka bumi terjadi sebagai hasil dari gejala alam dan pemanfaatan oleh manusia.

6. konsep aglomerasi
# Kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relative sempit dan yang paling menguntungkan.# Penduduk akan mempunyai kecenderungan untuk mengelompok pada social ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
contoh: di indonesia sering terjadi bencana alam, misalnya gempa bumi dan letusan gunung api

7. konsep interaksi dan interdependensi
# Merupakan hubungan timbal-balik antara dua wilayah atau lebih yang dapat menimbulkan gejala, kenampakan dan permasalahan baru.# Dalam interaksi, gejala yang satu dengan yang lain saling tergantung.
# Hubungan timbal-balik antara manusia dan lingkungan yang dapat menimbulkan pergerakan manusia, barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide atau gagasan.
contoh: kota bandung membutuhkan berinteraksi dengan kota subang dalam hal pertukaran barang/jasa (hasil pertanian dari subang, dan sarana rekreasi, pendidikan dan pemerintahan dari kota bandung nya)

8. konsep nilai kegunaan
# Nilai Kegunaan fenomena geografi atau sumber daya di permukaan bumi bersifat relative antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.# Manfaat suatu daerah mempunyai nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
contoh: pantai palabuhan ratu bagi orang bandung memiliki fungsi sebagai objek wisata, sedangkan bagi orang cisolok sukabumi pantai pangandaran tersebut memiliki fungsi yang beragam selain sebagi objek wisata, sekaligus sebagai tempat tinggal dan tempat mencari nafkah kehidupan (menangkap ikan)

9. konsep diferensiasi area
# Berkaitan dengan perbedaan corak antar wilayah di permukaan bumi.# Konsep ini digunakan untuk mempelajari perbedaan gejala geografi antara wilayah yang satu dengan yang lain dipermukaan bumi.
# Selain itu konsep ini dapat juga untuk melihat jenis mata pencaharian penduduk
# Hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya yaitu daerah dengan kenampakan khusus.
contoh: di daerah dataran rendah (pantura) terdapat banyak perkebunan tebu, sedangkan di daerah dataran tinggi tebu tidak ada yang ada adalah perkebunan teh, kopi, kina dan karet

10. konsep keterkaitan ruang
# Keterkaitan ruangan menunjukkan derajat katerkaitan persebaran antara fenomena yang satu dengan yang lain, baik yang menyangkut fenomena fisik maupun non fisik.# Kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan.
contoh:  nelayan bertempat tinggal di pantai dan pemetik teh bertempat tinggal di dataran tinggi

SUMBER: http://zahrosofie.wordpress.com/2010/01/09/konsep-esensial-geografi/

TEORI LOKASI INDUSTRI

Pertimbangan utama dalam menentukan alternatif lokasi industri yaitu ditekankan pada biaya transportasi yang rendah. Pada prinsipnya beberapa teori lokasi tersebut untuk memberikan masukan bagi penentuan lokasi optimum, yaitu lokasi yang terbaik dan menguntungkan secara ekonomi. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai beberapa teori lokasi :
a. Theory of industrial location (teori lokasi industri) dari Alfred Weber
Teori ini dimaksudkan untuk menentukan suatu lokasi industri dengan mempertimbangkan risiko biaya atau ongkos yang paling minimum, dengan asumsi sebagai berikut:
1) Wilayah yang akan dijadikan lokasi industri memiliki: topografi, iklim dan penduduknya relatif homogen.
2) Sumber daya atau bahan mentah yang dibutuhkan cukup memadai.
3) Upah tenaga kerja didasarkan pada ketentuan tertentu, seperti Upah Minimum Regional (UMR).
4) Hanya ada satu jenis alat transportasi.
5) Biaya angkut ditentukan berdasarkan beban dan jarak angkut.
6) Terdapat persaingan antarkegiatan industri.
7) Manusia yang ada di daerah tersebut masih berpikir rasional.
Persyaratan tersebut jika dipenuhi maka teori lokasi industri dari Alfred Weber dapat digunakan. Weber menggunakan tiga faktor (variabel penentu) dalam analisis teorinya, yaitu titik material, titik konsumsi, dan titik tenaga kerja. Ketiga titik (faktor) ini diukur dengan ekuivalensi ongkos transport. Berdasarkan asumsi tersebut di atas, penggunaan teori Weber tampak seperti pada gambar berikut ini :

(a) (b) (c)
Segitiga Weber dalam menentukan lokasi industri(Sumber: Ilmu Pengetahuan Populer, 2000)
Keterangan:
M = pasar
P = lokasi biaya terendah.
R1, R2 = bahan baku
Gambar
(a) : apabila biaya angkut hanya didasarkan pada jarak.
(b) : apabila biaya angkut bahan baku lebih mahal dari pada hasil industri.
(c) : apabila biaya angkut bahan baku lebih murah dari pada hasil industri.

b. Teori lokasi industri optimal (Theory of optimal industrial location) dari Losch
Teori ini didasarkan pada permintaan (demand), sehingga dalam teori ini diasumsikan bahwa lokasi optimal dari suatu pabrik atau industri yaitu apabila dapat menguasai wilayah pemasaran yang luas, sehingga dapat dihasilkan pendapatan paling besar. Untuk membangun teori ini, Losch juga berasumsi bahwa pada suatu tempat yang topografinya datar atau homogen, jika disuplai oleh pusat (industri) volume penjualan akan membentuk kerucut. Semakin jauh dari pusat industri semakin berkurang volume penjualan barang karena harganya semakin tinggi, akibat dari naiknya ongkos transportasi. Berdasarkan teori ini, setiap tahun pabrik akan mencari lokasi yang dapat menguasai wilayah pasar seluas-luasnya. Di samping itu, teori ini tidak menghendaki wilayah pasarannya akan terjadi tumpang tindih dengan wilayah pemasaran milik pabrik lain yang menghasilkan barang yang sama, sebab dapat mengurangi pendapatannya. Karena itu, pendirian pabrik-pabrik dilakukan secara merata dan saling bersambungan sehingga berbentuk heksagonal.

c. Teori susut dan ongkos transport (theory of weight loss and transport cost)
Teori ini didasarkan pada hubungan antara faktor susut dalam proses pengangkutan dan ongkos transport yang harus dikeluarkan, yaitu dengan cara mengkaji kemungkinan penempatan industri di tempat yang paling menguntungkan secara ekonomi. Suatu lokasi dinyatakan menguntungkan apabila memiliki nilai susut dalam proses pengangkutan yang paling rendah dan biaya transport yang paling murah. Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa:
1) Makin besar angka rasio susut akibat pengolahan maka makin besar kemungkinan untuk penempatan industri di daerah sumber bahan mentah (bahan baku), dengan catatan faktor yang lainnya sama.
2) Makin besar perbedaan ongkos transport antara bahan mentah dan barang jadi maka makin besar kemungkinan untuk menempatkan industri di daerah pemasaran.

d. Model gravitasi dan interaksi (model of gravitation and interaction) dari Issac Newton dan Ullman
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap massa mempunyai gaya tarik (gravitasi) untuk berinteraksi di tiap titik yang ada di region yang saling melengkapi (regional complementarity), kemudian memiliki kesempatan berintervensi (intervening opportunity), dan kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability). Teori interaksi ialah teori mengenai kekuatan hubungan-hubungan ekonomi (economic connection) antara dua tempat yang dikaitkan dengan jumlah penduduk dan jarak antara tempat-tempat tersebut. Makin besar jumlah penduduk pada kedua tempat maka akan makin besar interaksi ekonominya. Sebaliknya, makin jauh jarak kedua tempat maka interaksi yang terjadi semakin kecil. Untuk menggunakan teori ini perhatikan rumus berikut.

Keterangan:
I = gaya tarik menarik diantara kedua region.
d = jarak di antara kedua region.
P = jumlah penduduk masing-masing region.

e. Teori tempat yang sentral (theory of cental place) dari Walter Christaller
Teori ini didasarkan pada konsep range (jangkauan) dan threshold (ambang). Range (jangkauan) adalah jarak tempuh yang diperlukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan masyarakat, sedangkan threshold (ambang) adalah jumlah minimal anggota masyarakat yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan suplai barang. Menurut teori ini, tempat yang sentral secara hierarki dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1) Tempat sentral yang berhierarki 3 (K = 3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
2) Tempat sentral yang berhierarki 4 (K = 4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
3) Tempat sentral yang berhierarki 7 (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa syarat di antaranya sebagai berikut:
1) Topografi atau keadaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengaruh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2) Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubara.

sumber: http//www.geografi-geografi.blogspot.com

KUMPULAN FOTO DARI DINDING FACEBOOK

 
 
 

YANG SAYA UCAPKAN UNTUK ANDA

......terimakasih telah berkesempatan mengunjungi blog kami .....