MENENTUKAN DEBIT AIR

Sabtu, 13 Juni 2015

1.      Pengertian Debit Air

Debit air adalah kecepatan aliran zat cait per satuan waktu. Misalnya Debit air sungai pesanggrahan adalah 3.000 l / detik.  Artinya setiap 1 detik air yang mengalir di sungai Pesanggrahan adalah 3.000 l. Satuan debit digunakan dalam pengawasan kapasitas atau daya tampung air di sungai atau bendungan agar dapat dikendalikan.
Untuk dapat menentukan debit air maka kita harus mengetahui satuan ukuran volume dan satuan ukuran waktu terlebih dahulu, karena debit air berkaitan erat dengan satuan volume dan satuan waktu.
Perhatikan konversi satuan waktu berikut :
1 jam = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam = 3.600 detik
1 menit = 1/60 jam
1 detik = 1/60 detik
1 jam = 1/3.600 detik

Konversi  satuan volume :
1 liter = 1 dm³ = 1.000 cm³ = 1.000.000 mm³ = 0.001 m³
1 cc = 1 ml = 1 cm

2.      Menentukan Debit Air 

Rumus
Debit = Volume : Waktu

Dalam 1 jam sebuah keran dapat mengeluarkan air sebesar 3.600 m³. Berapa liter/detik debit air tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui 
volume (v) = 3.600 m³
                   = 3.600.000 dm³
                   = 3.600.000 liter
waktu (t)    = 1 jam
                  = 3.600 detik
Maka debitnya = 3.600.000 liter
                            3.600 detik
                         = 1.000 liter/detik

      3.      Menghitung volume

Rumus
Volume = Debit X Waktu

Sebuah bak mandi diisi air mulai pukul 07.20 sampai pukul 07.50. Dengan debit 10 liter/ menit. Berapa liter volume air dalam dalam bak mandi tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui
Debit   =  10 liter
Waktu = 07.50 – 07.20
            = 30 menit
Maka volumenya = Debit X Waktu
                             = 10 liter X 30 menit
                             = 300 liter

      4.      Menghitung waktu

Rumus
Waktu = Volume : Debit

Volume bak mandi 200 dm3. Di isi dengan air dari sebuah kran dengan debit
5 liter/menit. Berapa menit waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak mandi sampai penuh ?
Penyelesaian
Diketahui
Volume = 200 dm3
Debit     = 5 liter/ menit
Maka waktu yang di butuhkan = Volume
                                                      Debit
                                                  = 200    
                                                      5
                                                  = 40 menit
SUMBER:http://asagenerasiku.blogspot.com/

menghitung jarak episentrum gempa

Rumus Episentrum :
J- {(S-P)-1} x 1 Megameter
Ket :
J=  Jarak episentum dan stasiun pencatat gempa.
S = Waktu
I = 1 menit ( konatanta )
I megameter = 1000 km


Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, dan B)  diketahui getaran 
gempa sebagai berikut: 
Stasiun A                                                                
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40
Stasiun B
Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15
Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45
Episentrum A
{ (2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’} X 1.000 km
= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km
= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))
= 1.250 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.
Episentrum B
= { ( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’} X 1.000 km
= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km
=2’ 30’’ X 1.000 km
(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)
= 2.500 km
Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

sumber: http://fadhilkhairyammar.blogspot.com/

CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT

CARA MENGUKUR KEDALAMAN LAUT

Untuk mengetahui kedalaman laut digunakan dua metode yaitu:
a. BATU DUGA
Yaitu sistem pengukuran dasar laut menggunakan kabel yang dilengkapi bandul pemberat yang massanya berkisar 25-75 kg.
Gambar metode batu duga:
b. GEMA SUARA
Yaitu metode pengukuran dasar laut dengan menggunakan alat gema suara yaitu ECHO SOUNDER dan HIDROFON. Echo Sounder adalah alat pengirim suara,  sedangkan hidrofon adalah penerima gema suara.
Dasar perhitungan kedalaman laut dengan gema adalah cepat rambat bunyi dalam air yaitu 1500 m/detik.
Rumus yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut:
X =   t X v
2
X = kedalaman laut (meter)
t = waktu yang dibutuhkan untuk menerima kembali gema suara setelah ditembakkan echo   sounder
v = cepat rambat suara dalam air
gambar gema suara:
contoh:
1.  Sebuah kapal mengukur kedalaman laut dengan metode gema suara. Setelah suara ditembakkan echo sounder, terdengar gema pada hidrofon dalam selang waktu 8 detik, maka kedalaman laut adalah:
X =  t X v =  8 X 1.500 = 6.000 meter
2                2
2. Kapal KRI Teluk Nibung mengukur kedalaman laut Jawa dengan gema suara (echo sounding) tercatat waktunya 6 detik dari saat memancarkan gema sampai menerima pantulannya, sedangkan kecepatan rambat suara melalui air laut rata-rata 1.500 m/detik. Apabila dihitung maka kedalaman lautnya adalah:
X =  t X v =  6 X 1.500 =  4.500 meter
2                 2
3. Kecepatan suara dalam air laut adalah 1.500 m/detik, dengan metode echo sounding selisih waktu pancaran dan pantulan gelombang suara yang dipancarkan oleh sebuah kapal adalah 10 detik, maka kedalaman laut yang diukur adalah:
X  =  t X v =  10 X 1.500 =  7.500
2                   2

sumber: https://zahrosofie.wordpress.com/2010/03/11/mengukur-kedalaman-laut/

RUMUS KEMIRINGAN LERENG

Selasa, 05 Mei 2015

 
Dari gambar tersebut, Jika jarak x dan y pada garis kontur tersebut adalah 5 cm, maka berapa derajat kah kemiringan lerengnya?

Pemecahan soal tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu:
1. Mencari Skala Peta
Ci = 1/2.000 x penyebut skala
50 = 1/2.000 x penyebut skala
penyebut skala = 2.000 x 50
penyebut skala = 100.000
jadi skala peta tersebut adalah 1 : 100.000 m, jadi kalo dalam cm menjadi 
1 : 10.000.000 cm

2. Menentukan jarak di sebenarnya antara x dan y
Jarak di peta adalah 5 cm berarti 5 x 10.000.000 cm = 50.000.000 cm = 500.000 m

3.Menentukan selisih tempat x dan y
Di peta x = 900 m  y = 800 m, jadi 900 -800 = 100 m

4. Menghitung derajat kemiringan lereng
Kemiringan x-y = beda tinggi x-y/jarak di lapangan x 100
= 100/500.000 x 100
= 0,02 %

Sumber: https://skepticalinquirer.wordpress.com/2015/01/25/rumus-menghitung-kemiringan-lereng/

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH MATA PELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP (PLH)

Senin, 23 Maret 2015

    1. menganalisis jenis jenis limbah
    2. menganalisis ilmu bantu dalam PLH
    3. mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
    4. menjelaskan fungsi hutan (orologis, klimatis, estetis, hidrologis, dst)
    5.  menjelaskan istilah istilah dalam daur ulang sampah
    6. menganalisis permasalahan air
    7. menganalisis permanasan global
    8. menganalisis pencemaran air
    9. menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup
    10. menganalisis pemanfaatan lingkungan hidup
    11. mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
    12. mendeskripsikan perilaku beretika lingkungan
    13. mendeskripsikan pengelolaan lingkungan hidup  di perkotaan
    14.  mendefinisikan pengelolaan lingkungan hidup
    15. mendeskripsikan jenis2 pencemaran lingkungan
    16. mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    17. mendeskripsikan faktor faktor pencemaran lingkungan
    18. membedakan lahan kritis dan lahan potensial
    19.  mendeskripsikan manfaat penghijauan
    20. mendeskripsikan jenis polutan
    21. mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
    22.  mendeskripsikan pencemaran lingkungan hidup
    23.  mendeskripsikan dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    24. mendeskripsikan pembangunan berkelanjutan
    25. mendeskripsikan manfaat biogas
    26. menganalisis jenis polutan
    27. menganalisis manfaat bioteknologi
    28. menganalisis pencemaran air
    29.  menganalisis bioteknologi dalam bidang pertanian
    30. menganalisis bioteknologi
    31. menganalisis permasalahan lingkungan hidup
    32. menganalisis permasalahan lingkungan perkotaan
    33. menganalisis upaya penanggulangan lahan kritis
    34. menganalisis dampak IPTEK terhadap lingkungan hidup
    35. menganalisis bentuk kegiatan yang merusak keseimbangan lingkungan
    36. mendeskripsikan jenis hutan di indonesia
    37.  menganalisis etika lingkungan hidup
    38. menganalisis etika lingkungan hidup
    39. menjelaskan etika, baku mutu, dan pengelolaan lingkungan hidup
    40. menjelaskan istilah-istilah dalam lingkungan hidup





Lomba Foto Destinasi Pariwisata Gunungkidul dan Icon Pantai Krakal (Deadline: 15 November 2014)

Senin, 10 November 2014

Lomba Foto Destinasi Pariwisata Gunungkidul dan Icon Pantai Krakal (Deadline: 15 November 2014)

  • Details
  • Leave a Comment
  • Related Items
Lomba Foto Destinasi Wisata dan Budaya Kabupaten Gunungkidul 2014
”Geowisata Karst Gunungsewu”
Tentang Lomba
Geowisata karst Gunungkidul sebagai salah satu destinasi unggulan di Yogyakarta. Segala aktivitas dan keindahan “ Geopark Gunungsewu “ yang mempesona dan langka menjadikan kabupaten Gunungkidul sebagai destinasi wisata yang tidak akan pernah terlupakan. Nilai-nilai keragaman bumi kawasan gunungsewu yang beraspek Geologi, Biologi dan Budaya diidentifikasi dan ditemukenali kembali keterkaitannya satu sama lain. Kawasan Geopark Gunungsewu disegmen bagian barat yang dikenal dengan Geoarea Gunungkidul mempunyai 11 situs Geologi (Geosite) terdiri dari : Gunung api purba Nglanggeran Patuk, Formasi Sambi Pitu Patuk, Goa Pindul Bejiharjo Karangmojo, Komplek Luweng Kali Suci dan Luweng Jomblang Semanu, Pantai Siung Wediombo, Lembah Kering Purba Sadeng, Air Terjun Bleberan ,Pantai Baron, Kukup, Krakal, Luweng Cokro Ponjong, Goa Ngingrong Mulo Wonosari dan 2 situs non Geologi yaitu Hutan Turunan dan Hutan Wanagama.
Dalam kehidupan masyarakat juga berkembang kearifan lokal seperti seni budaya, kerajinan dan kuliner yang turut mendukung pengembangan kepariwisataan daerah.
Situs Warisan alam di Geoarea Gunungkidul telah dikembangkan menjadi obyek dan daya tarik Geowisata yang akan mengangkat nilai ekonomi dan budaya yang berada di kawasan tersebut secara berkelanjutan.
KETENTUAN LOMBA :
Tema : “Geowisata Karst Gunungsewu”
Peserta Lomba : Umum
KETENTUAN UMUM :
  1. Terbuka untuk umum. Tidak di pungut biaya
  2. Karya foto adalah ciptaan sendiri (diambil mulai tahun 2012 sampai batas akhir lomba ini)
  3. Dapat dibuktikan dari data exif file foto, foto belum pernah dipublikasikan di media cetak skala lokal maupun nasional, dan belum pernah menang dalam lomba fotografi apapun, serta belum pernah disertakan dalam bentuk kegiatan apapun
  4. Foto yang diikutsertakan hasil foto dari pemotretan dengan menggunakan kamera digital
  5. Peserta bebas dalam memilih objek fotografi yang sesuai dengan tema di wilayah kabupaten gunungkidul
  6. Objek foto di luar wilayah kabupaten gunungkidul tidak akan dinilai
  7. Penamaan file foto : No urut.Judul foto_Nama fotografer_lokasi_No, HP kesan dan pesan.Jpeg contoh : 1.Rafting Sri Gethuk_Harjuno_Bleberan_081xxxx_ geowisata gk ok.Jpeg
  8. Para nominator 1 sampai 5, diwajibkan mengirimkan file asli.
  9. Foto dikirim ke : lombafotogk@gmail.com
  10. Hak cipta melekat pada fotografer, namun Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Daerah Gunungkidul berhak untuk mempublikasikan foto yang masuk untuk kepentingan non komersial dalam lingkup kegiatan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
  11. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga, bila foto dipergunakan untuk keperluan tersebut.
JADWAL LOMBA :
  • Batas akhir penerimaan foto : 15 Nopember 2014
  • Penjurian : 18 Nopember 2014 di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul, terbuka untuk umum
  • Pengumuman Pemenang : 19 Nopember 2014, Nama pemenang akan diumumkan melalui : www.ticgunungkidul.com
  • Penyerahan Hadiah : 22 Nopember 2014 di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
KETENTUAN KHUSUS :
  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 5 buah karya foto dalam format soft copy dengan ketentuan 2 – 3 Mb
  • Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian obyek
  • Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan / merubah keaslian obyek
  • Dengan mengirimkan karya foto, berarti peserta dianggap telah menyetujui semua persyaratan yang ditetapkan oleh panitia
  • Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum, selama dan sesudah penjurian apabila dianggap melanggar ketentuan
  • Keputusan Dewan Juri mutlak tidak dapat diganggu gugat
KRITERIA PENILAIAN :
Teknik Fotografi, Estetika, Keunikan Lokasi dan Budaya
JURI LOMBA :
  • Praktisi Fotografi
  • Photografer
  • Wartawan
  • 2 orang Juri Kehormatan Pemda GK
HADIAH LOMBA :
Total hadiah : Rp 15.000.000,-
  • Juara I : Rp 5.000.000,-
  • Juara II : Rp 4.000.000,-
  • Juara III : Rp 3.000.000,-
  • Juara IV : Rp 2.000.000,-
  • Juara V : Rp 1.000.000,-
    Pajak hadiah ditanggung pemenang
DINAS KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Sekretariat Lomba:
Jl KH Agus Salim No. 126 Wonosari, Gunugkidul
Telp. (0274) 391031
Nomer contact panitia : Sudjarwono 08122772520, Kurniatul Hirah 081328026620
- See more at: http://lfupdate.com/2014/10/24/lomba-foto-destinasi-pariwisata-gunungkidul-dan-icon-pantai-krakal-deadline-15-nopember-2014/#sthash.iWulJJo7.dpuf


Lomba Foto Destinasi Wisata dan Budaya Kabupaten Gunungkidul 2014
”Geowisata Karst Gunungsewu”

Tentang Lomba
Geowisata karst Gunungkidul sebagai salah satu destinasi unggulan di Yogyakarta. Segala aktivitas dan keindahan “ Geopark Gunungsewu “ yang mempesona dan langka menjadikan kabupaten Gunungkidul sebagai destinasi wisata yang tidak akan pernah terlupakan. Nilai-nilai keragaman bumi kawasan gunungsewu yang beraspek Geologi, Biologi dan Budaya diidentifikasi dan ditemukenali kembali keterkaitannya satu sama lain. Kawasan Geopark Gunungsewu disegmen bagian barat yang dikenal dengan Geoarea Gunungkidul mempunyai 11 situs Geologi (Geosite) terdiri dari : Gunung api purba Nglanggeran Patuk, Formasi Sambi Pitu Patuk, Goa Pindul Bejiharjo Karangmojo, Komplek Luweng Kali Suci dan Luweng Jomblang Semanu, Pantai Siung Wediombo, Lembah Kering Purba Sadeng, Air Terjun Bleberan ,Pantai Baron, Kukup, Krakal, Luweng Cokro Ponjong, Goa Ngingrong Mulo Wonosari dan 2 situs non Geologi yaitu Hutan Turunan dan Hutan Wanagama.
Dalam kehidupan masyarakat juga berkembang kearifan lokal seperti seni budaya, kerajinan dan kuliner yang turut mendukung pengembangan kepariwisataan daerah.
Situs Warisan alam di Geoarea Gunungkidul telah dikembangkan menjadi obyek dan daya tarik Geowisata yang akan mengangkat nilai ekonomi dan budaya yang berada di kawasan tersebut secara berkelanjutan.
KETENTUAN LOMBA :
Tema : “Geowisata Karst Gunungsewu”
Peserta Lomba : Umum
KETENTUAN UMUM :
  1. Terbuka untuk umum. Tidak di pungut biaya
  2. Karya foto adalah ciptaan sendiri (diambil mulai tahun 2012 sampai batas akhir lomba ini)
  3. Dapat dibuktikan dari data exif file foto, foto belum pernah dipublikasikan di media cetak skala lokal maupun nasional, dan belum pernah menang dalam lomba fotografi apapun, serta belum pernah disertakan dalam bentuk kegiatan apapun
  4. Foto yang diikutsertakan hasil foto dari pemotretan dengan menggunakan kamera digital
  5. Peserta bebas dalam memilih objek fotografi yang sesuai dengan tema di wilayah kabupaten gunungkidul
  6. Objek foto di luar wilayah kabupaten gunungkidul tidak akan dinilai
  7. Penamaan file foto : No urut.Judul foto_Nama fotografer_lokasi_No, HP kesan dan pesan.Jpeg contoh : 1.Rafting Sri Gethuk_Harjuno_Bleberan_081xxxx_ geowisata gk ok.Jpeg
  8. Para nominator 1 sampai 5, diwajibkan mengirimkan file asli.
  9. Foto dikirim ke : lombafotogk@gmail.com
  10. Hak cipta melekat pada fotografer, namun Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Daerah Gunungkidul berhak untuk mempublikasikan foto yang masuk untuk kepentingan non komersial dalam lingkup kegiatan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
  11. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga, bila foto dipergunakan untuk keperluan tersebut.
JADWAL LOMBA :
  • Batas akhir penerimaan foto : 15 Nopember 2014
  • Penjurian : 18 Nopember 2014 di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul, terbuka untuk umum
  • Pengumuman Pemenang : 19 Nopember 2014, Nama pemenang akan diumumkan melalui : www.ticgunungkidul.com
  • Penyerahan Hadiah : 22 Nopember 2014 di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
KETENTUAN KHUSUS :
  • Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan maksimal 5 buah karya foto dalam format soft copy dengan ketentuan 2 – 3 Mb
  • Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian obyek
  • Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan / merubah keaslian obyek
  • Dengan mengirimkan karya foto, berarti peserta dianggap telah menyetujui semua persyaratan yang ditetapkan oleh panitia
  • Panitia berhak mendiskualifikasi foto peserta sebelum, selama dan sesudah penjurian apabila dianggap melanggar ketentuan
  • Keputusan Dewan Juri mutlak tidak dapat diganggu gugat
KRITERIA PENILAIAN :
Teknik Fotografi, Estetika, Keunikan Lokasi dan Budaya
JURI LOMBA :
  • Praktisi Fotografi
  • Photografer
  • Wartawan
  • 2 orang Juri Kehormatan Pemda GK
HADIAH LOMBA :
Total hadiah : Rp 15.000.000,-
  • Juara I : Rp 5.000.000,-
  • Juara II : Rp 4.000.000,-
  • Juara III : Rp 3.000.000,-
  • Juara IV : Rp 2.000.000,-
  • Juara V : Rp 1.000.000,-
    Pajak hadiah ditanggung pemenang
DINAS KEBUDAYAAN DAN KEPARIWISATAAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Sekretariat Lomba:
Jl KH Agus Salim No. 126 Wonosari, Gunugkidul
Telp. (0274) 391031
Nomer contact panitia : Sudjarwono 08122772520, Kurniatul Hirah 081328026620
Sumber: http://lfupdate.com/2014/10/24/lomba-foto-destinasi-pariwisata-gunungkidul-dan-icon-pantai-krakal-deadline-15-nopember-2014/

KUMPULAN FOTO DARI DINDING FACEBOOK

 
 
 

YANG SAYA UCAPKAN UNTUK ANDA

......terimakasih telah berkesempatan mengunjungi blog kami .....